Ia menambahkan, kolaborasi antara ulama dan kalangan intelektual menjadi modal penting bagi NU untuk menjaga moderasi beragama, memperkuat pendidikan, dan merawat persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Yang kita bangun adalah kemitraan ilmu dan hikmah. Ulama menjaga otoritas keagamaan dan tradisi, sementara akademisi menghadirkan metodologi, penelitian, dan inovasi. Ketika keduanya berjalan bersama, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat luas,” tutur Mujiburrahman. []






























































































Beri Komentar