UPDATE

EDUKASI
EDUKASI

Sinergi TNI, Polri dan Pemerintah Warnai MPLS SMAN 1 Matangkuli, Murid Dibekali Karakter dan Wawasan Kebangsaan

Lhoksukon – SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui materi motivasi, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta pencegahan kenakalan remaja. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, humanis, ramah anak, dan tanpa kekerasan fisik.

Pada hari kedua pelaksanaan MPLS, Camat Matangkuli, Rizki Rasmana Hanafiah, S.IP., M.Si., memberikan pembekalan motivasi kepada murid baru.

Dalam penyampaiannya, ia mengajak para peserta didik agar berani menetapkan cita-cita tinggi sejak dini serta mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan maupun sekolah kedinasan yang memiliki daya saing nasional.

Selain memotivasi murid agar mampu bersaing secara akademik, Camat Matangkuli juga secara khusus mendorong peserta didik untuk menargetkan kelulusan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Menurutnya, sekolah kedinasan merupakan salah satu jalur strategis bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus mengabdi kepada bangsa dan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Rizki Rasmana Hanafiah juga menyampaikan komitmen pribadinya untuk memberikan penghargaan kepada murid SMAN 1 Matangkuli yang berhasil diterima sebagai taruna IPDN.

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar semakin banyak pelajar dari Kecamatan Matangkuli mampu menembus sekolah kedinasan bergengsi.

“Saya ingin anak-anak Matangkuli berani bermimpi besar. Jangan hanya bercita-cita masuk perguruan tinggi, tetapi persiapkan diri untuk menembus kampus-kampus terbaik dan sekolah kedinasan seperti IPDN. Insya Allah, jika ada siswa SMAN 1 Matangkuli yang lulus IPDN, saya pribadi akan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi,” ujar Rizki Rasmana Hanafiah saat memberikan pembekalan pada kegiatan MPLS.

Kolaborasi lintas instansi semakin diperkuat pada hari ketiga kegiatan. Mengangkat tema “Safe and Inclusivity Space”, SMAN 1 Matangkuli menghadirkan Kapolsek Matangkuli, Iptu Aulia Iskandar, S.H., yang memberikan materi mengenai kesadaran hukum, bahaya penyalahgunaan narkoba, ancaman judi online, pencegahan kenakalan remaja, hingga pentingnya disiplin berlalu lintas. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif, menyusun komitmen bersama, dan membuat poster kampanye anti-perundungan.

Pada hari keempat, pembinaan karakter dilanjutkan oleh Danramil 15/Matangkuli, Kapten Inf Mhd Saibani. Ia membawakan materi tentang wawasan kebangsaan, bela negara, cinta tanah air, serta moderasi beragama. Bersama pengurus OSIS, jajaran TNI juga memandu latihan dasar kedisiplinan dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) ringan yang difokuskan untuk membangun kekompakan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama antarsiswa tanpa menerapkan pola latihan yang mengandung kekerasan maupun unsur semi-militer.

Kepala SMAN 1 Matangkuli, Zulfikar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MPLS.

Menurutnya, sinergi sekolah dengan pemerintah, TNI, dan Polri menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan era digital.

“Kehadiran Bapak Kapolsek dan Bapak Danramil beserta jajaran di tengah-tengah siswa baru memberikan dampak yang sangat positif. Kami ingin menanamkan disiplin yang kuat dan rasa cinta tanah air yang tinggi, namun dengan cara-cara yang edukatif dan bersahabat. MPLS di SMAN 1 Matangkuli harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak didik kami,” kata Zulfikar.

Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak harus dilakukan melalui bentakan maupun tindakan fisik. Menurutnya, latihan kedisiplinan yang dikemas secara edukatif justru mampu menanamkan nilai tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap saling menghormati antarsesama.

“Melalui latihan PBB ringan dan dinamika kelompok yang dipandu bersama TNI dan Polri, anak-anak belajar bahwa makna disiplin adalah membangun kekompakan, mematuhi aturan, dan menghargai orang lain. Komitmen kami jelas, SMAN 1 Matangkuli harus menjadi Sekolah Ramah Anak yang melahirkan Pelajar Pancasila yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Rangkaian MPLS kemudian ditutup pada hari kelima dengan penandatanganan petisi “Sekolah Ramah Anak” yang diikuti seluruh peserta, dilanjutkan prosesi adat peusijuek sebagai simbol doa dan harapan agar para murid baru memperoleh keberkahan serta mampu menempuh pendidikan dengan semangat, disiplin, dan prestasi.(*)

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.