Mahfud pun menegaskan bahwa pihak-pihak yang menyampaikan kritik tidak pernah berhubungan dengan pihak asing, justru pemerintah yang dinilainya memiliki hubungan dengan pihak asing.
“Itu kan kaitannya londo ireng itu antek asing karena anteknya Belanda kan, kalau sekarang konteksnya antek asing, sementara kita ini yang kritik-kritik tidak pernah berhubungan dengan (antek) asing, yang berhubungan dengan asing kan pemerintah,” ujarnya.
“Kalau kita mana tahu asing, didengar aja ndak sama orang asing, apalagi berhubungan. Jadi sebab itu sangat menyakitkan, sehingga pidato-pidato spontan nampaknya bergurau dari Pak Prabowo itu saya kira perlu dikritik lagi,” tegas Mahfud.
Mahfud menyampaikan bahwa pihak yang menyampaikan kritik bukanlah londo ireng, melainkan orang-orang yang mencintai bangsa dan berupaya meluruskan keadaan dengan memberikan solusi, bukan sekadar mengkritik.
“Kalau kita selalu memberi solusi, masa disebut londo ireng. Kalau londo ireng itu tugasnya menumpas gerakan kemerdekaan,” tuturnya.































































































Beri Komentar