UPDATE

FINANSIALEKONOMI

Media Belanda Ternama Soroti Ekonomi Indonesia, Benarkah Sedang Menuju Kebangkrutan?

BANDA ACEH – Media cetak terkemuka asal Belanda, de Volkskrant, menerbitkan sebuah analisis mendalam terkait kondisi perekonomian Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam laporan utama edisi Rabu, 29 Juli 2026, yang ditulis oleh jurnalis Noël van Bemmel di halaman 19 kolom Ekonomi, harian berpengaruh tersebut mengangkat tajuk bernada krusial: “Is Indonesië op weg naar bankroet?” atau “Apakah Indonesia Sedang Menuju Kebangkrutan?”. Laporan tersebut membedah indikator makroekonomi domestik, gejolak sektor ketenagakerjaan, hingga efektivitas strategi pembangunan yang diusung oleh pemerintah.Ancaman kemerosotan ekonomi yang disorot oleh harian Belanda tersebut dibantah secara tegas oleh Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan publik. Di hadapan khalayak, Kepala Negara menepis tuduhan bahwa Indonesia sedang berada di ambang krisis finansial. Presiden bahkan menggunakan retorika bernuansa historis dengan menyebut para pengkritik kebijakan ekonominya sebagai “Londo Ireng” atau “Belanda Hitam”—istilah Jawa yang secara historis mengacu pada tentara bayaran asal Ghana dalam pasukan kolonial, yang kemudian juga disematkan kepada warga pribumi yang memihak Belanda pada masa perang kemerdekaan.

“Mereka masih ada sampai sekarang, yaitu mereka yang mendengarkan orang Belanda,” ujar Presiden Prabowo dengan nada sindiran tajam saat merespons berbagai kritik yang mengemuka. Dalam pidatonya pekan lalu, ia mengilaskan bahwa klaim mengenai keruntuhan ekonomi nasional yang dilontarkan pihak oposisi atau pengamat luar negeri tidak pernah terbukti secara faktual. “Mereka mengklaim selama berbulan-bulan bahwa Indonesia akan runtuh. Katanya akan terjadi pada bulan April, lalu Mei, Juni, Juli… Tapi tidak ada yang terjadi!” tegasnya.

Meski demikian, laporan de Volkskrant menggarisbawahi adanya kontras tajam antara narasi optimis pemerintah dan realitas di lapangan. Narasi ketahanan ekonomi yang disuarakan istana kini berhadapan langsung dengan rentetan sinyal merah di pasar keuangan, tekanan fiskal, serta gelombang pemutusan hubungan kerja yang melanda berbagai wilayah tanah air.

Rentetan Sinyal Merah di Sektor Ekonomi dan Keuangan

Analisis yang dipublikasikan de Volkskrant membeberkan serangkaian fakta mengejutkan yang mewarnai lanskap ekonomi Indonesia belakangan ini. Salah satu peristiwa paling signifikan yang menjadi sorotan internasional adalah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Langkah mengejutkan dari pimpinan bank sentral ini terjadi di tengah gejolak pasar keuangan domestik dan tekanan hebat terhadap mata uang nasional.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.