Masker Dibagikan, Tim SAR Disiagakan
Upaya kesiapsiagaan terus diperkuat oleh pemerintah daerah bersama BNPB, PVMBG, Basarnas dan unsur terkait. Pemantauan serta koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
BPBD Kabupaten Lampung Selatan bersama Dinas Kesehatan sebelumnya telah mendistribusikan sekitar 3.000 masker kepada masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Rajabasa pada 18 Agustus 2026. Personel penanggulangan bencana dan unsur terkait juga disiagakan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat di wilayah perairan, Basarnas Lampung menyiagakan personel di tiga pos SAR, masing-masing 12 personel di Pos SAR Bakauheni, Pos SAR Tanggamus dan Pos SAR Tulang Bawang. Satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) berkapasitas sekitar 15 orang juga disiagakan di Bakauheni.
BNPB mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik tetap tenang dan tidak panik. Warga yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata, terutama ketika terjadi hujan abu atau konsentrasi abu meningkat.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila sebaran abu meningkat, menutup sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu, serta membersihkan abu vulkanik dengan tetap memperhatikan keselamatan.
Informasi resmi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau dapat diperoleh melalui BNPB, PVMBG/Badan Geologi, MAGMA Indonesia dan BPBD setempat.[]






































































































Beri Komentar