AHY sebelumnya menyampaikan bahwa kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Pernyataan itu disampaikan saat peringatan 25 tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).
“Kita patut belajar, kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY.
Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan kemungkinan AHY mulai mengirim sinyal untuk maju dalam Pilpres 2029.
Namun, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron membantah anggapan tersebut. Ia menyebut terlalu berlebihan jika ucapan AHY mengenai batas kekuasaan ditafsirkan sebagai sinyal pencalonan presiden.
Komentar Terbaru