Dalam eksplorasi ini, tim juga menurunkan robot bawah tanah berteknologi drone Gopher yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk merekam interior formasi. Pendiri Noah’s Ark Scans, Andrew Jones, menyampaikan pengamatan awal dari sampel tanah yang telah diambil.
“Belum ada batuan dasar atau batu kapur padat yang teridentifikasi dalam lubang-lubang yang dibor di dalam formasi tersebut,” ujar Andrew Jones, pendiri Noah’s Ark Scans.
Formasi Durupinar pertama kali teridentifikasi pada tahun 1959 oleh Kapten İlhan Durupınar melalui pengintaian foto udara. Sampel tanah yang diperoleh saat ini masih menjalani analisis laboratorium, dengan laporan detail dijadwalkan terbit dalam beberapa pekan mendatang































































































Beri Komentar