Kedua mobil itu tidak dikendarai sendiri, melainkan dinaikkan ke dua kendaraan towing. Masing-masing berisi sekitar Rp240 miliar. Komposisinya: sekitar Rp150 miliar dari oknum institusi berinisial P, Rp150 miliar dari oknum institusi berinisial B, dan sisanya Rp180 miliar “kreasinya NW”. Ya, NW itu Nusron Wahid. Info itu, kata Gus Lilur, bersumber dari pengakuan orang OTT dan digital forensik HP yang disita.
Nuan bayangkan, saat KPK masih sibuk menghitung koper merah berisi ratusan miliar di rumah orang kepercayaannya, di tempat lain dua Land Cruiser diangkut towing sedang berkeliling membawa hampir setengah triliun seolah uang itu sedang liburan ke Jombang.
Nusron bisa membuat surat panggilan KPK yang sudah dikirim seminggu sebelumnya kalah oleh “agenda internal”. Ia bisa memiliki empat orang kepercayaan yang tiba-tiba jadi tersangka dengan sitaan Rp106,3 miliar. Sementara dirinya masih bilang “saya akan kooperatif”.
Kalau kesaktian diukur dari seberapa jauh seseorang bisa membuat waktu, hukum, dan logika berjalan sesuai keinginannya, Nusron Wahid sudah layak diberi gelar pendekar tingkat dewa. Hukum takluk di bawah ketiak Nusron.
(Mantan wartawan )































































































Beri Komentar