Sebelum menangani kasus Brigadir J, Kamaruddin pernah terlibat dalam sejumlah perkara korupsi besar, termasuk kasus pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Wisma Atlet, dan Hambalang.
Ia juga pernah menjadi kuasa hukum Muhammad Kece dalam perkara penistaan agama pada 2021.
Namun, perkara yang paling melekat dengan namanya adalah pembunuhan Brigadir J pada 2022. Kamaruddin menjadi kuasa hukum keluarga Yosua dan secara terbuka mendorong pengungkapan berbagai kejanggalan yang dipersoalkan pihak keluarga.
Kasus tersebut menyita perhatian nasional setelah menyeret mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Ferdy Sambo serta sejumlah anggota kepolisian lainnya.
Dalam mengawal perkara itu, Kamaruddin beberapa kali melontarkan pernyataan yang menuai sorotan. Ia bahkan pernah menggunakan kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai perumpamaan saat membahas dugaan motif pembunuhan Brigadir J.
Gaya bicaranya yang lugas dan kontroversial membuat Kamaruddin menjadi salah satu advokat yang dikenal luas masyarakat































































































Beri Komentar