Angka tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya masih membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Kecepatan berlebihan, berkendara saat mengantuk, dan pengendara di bawah umur merupakan sejumlah faktor risiko yang perlu dicegah.
Deden mengimbau pengendara yang merasa lelah atau mengantuk agar segera berhenti di tempat yang aman dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Memaksakan diri berkendara dalam kondisi tidak prima dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Selain penegakan hukum, Operasi Patuh Seulawah 2026 juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat. Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa pendekatan operasi diarahkan dengan porsi 20 persen penindakan dan 80 persen sosialisasi serta edukasi.
Polda Aceh juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan, mengevaluasi kebutuhan rambu dan fasilitas jalan, serta meningkatkan pemeriksaan keselamatan kendaraan angkutan umum dan barang melalui kegiatan ramp check.
Ia mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dengan cara yang baik apabila melihat perilaku berkendara yang membahayakan. Sementara itu, aktivitas balap liar, termasuk yang menjadi perhatian di kawasan Ulee Lheue, akan ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Patuh Seulawah 2026 membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan helm berstandar, mengenakan sabuk pengaman, melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.
“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kepatuhan terhadap aturan sebagai kebiasaan, bukan semata-mata karena takut ditilang. Dengan disiplin dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan, kita dapat mencegah kecelakaan dan melindungi lebih banyak nyawa,” ujar Joko.[]

















































































































Komentar Terbaru