UPDATE

NASIONAL

PERBAKIN: Rapat Bersama, Hasilnya ke Mana?

Pengprov tentu tidak semestinya berhenti pada gerutuan di grup WhatsApp. Kemarahan yang hanya beredar sebagai pesan berantai biasanya menghasilkan dua hal: baterai habis dan persoalan tetap utuh. Keberatan perlu menjadi sikap resmi, lengkap dengan dokumen pembanding, alasan yang terukur, serta tuntutan koreksi yang jelas.

Mulailah dengan meminta penjelasan tertulis dan peninjauan kembali keputusan TPP. Himpun sikap pengprov melalui prosedur yang sah. Sampaikan persoalan kepada KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga agar memperoleh perhatian sesuai kewenangan masing-masing. Biarkan dokumen berbicara lebih keras daripada kabar bisik-bisik.

Apabila kepercayaan terus merosot, dorongan menempuh forum pertanggungjawaban, termasuk Munaslub, harus disusun dengan memenuhi ketentuan AD/ART: siapa yang berhak mengusulkan, berapa dukungan yang diperlukan, serta bagaimana prosedurnya.

Mosi tidak percaya pun perlu disertai langkah organisasi yang sah. Kop surat bukan tongkat sulap yang otomatis memberhentikan pengurus.

Perlawanan semacam itu membutuhkan ketelitian sekaligus keberanian. Para pengkritik wajib siap diuji dengan ukuran yang sama: tertib mandat, jujur menghitung dukungan, dan terbuka terhadap jawaban PB. Jangan sampai hendak membetulkan arah organisasi, tetapi kompasnya ikut dilempar ke selokan.

PERBAKIN dibangun oleh atlet, pelatih, klub, dan pengurus daerah yang bekerja jauh dari gemerlap meja kehormatan. Mereka layak memperoleh kepastian bahwa suara dalam forum mempunyai arti. Atlet sudah cukup sibuk membidik sasaran. Jangan bebani mereka dengan pengurus yang sibuk membidik cara agar hasil rapat bisa luput dari pelaksanaan.

*(Penulis adalah Anggota PERBAKIN)

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.