BANDA ACEH – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni sekaligus selebritas Tanah Air, Raffi Ahmad, akhirnya buka suara terkait kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, yang menjadi sorotan publik.
Klarifikasi tersebut disampaikan Raffi melalui unggahan di akun Instagram resmi Utusan Khusus Presiden @ukp_mudaseni_raffiahmad dan akun pribadinya @raffinagita1717. Dalam unggahan itu, Raffi menegaskan bahwa dirinya hanya hadir sebagai undangan. Bahkan, informasi mengenai acara tersebut baru diterimanya pada malam sebelum kegiatan digelar
“Assalamualaikum Wr Wb, Selamat malam, izinkan saya untuk meluruskan informasi yang sedang berkembang di media sosial saat ini. Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara,” tulis Raffi, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Dia juga menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara. Raffi mengaku tidak mengetahui secara detail susunan kegiatan maupun pihak-pihak yang hadir, termasuk sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai mahasiswa.
“Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir,” ujarnya.
Selain itu, Raffi membantah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan kemunculan salah satu merek dalam acara tersebut. Menurut dia, merek yang menjadi perbincangan publik itu sudah terpasang jauh sebelum kegiatan berlangsung.
“Saya juga ingin menegaskan bahwa tuduhan mengatur kemunculan salah satu merek tidak benar. Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya,” kata Raffi.
Meski demikian, Raffi mengaku tetap menghargai dan menghormati aspirasi masyarakat, khususnya mahasiswa yang menyampaikan pendapat dalam aksi demonstrasi pada 28 Oktober 2026.
“Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting,” ujarnya.
Dia juga menegaskan selalu terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun, Raffi berharap kritik yang disampaikan tetap didasarkan pada fakta dan bukan tuduhan yang tidak benar, terlebih jika menyangkut keluarganya.
“Saya selalu terbuka terhadap kritik dan masukan, tentunya kritik yang didasarkan pada fakta, bukan tuduhan atau fitnah dari dugaan yang tidak benar, terlebih jika menyangkut keluarga,” kata Raffi.
Lebih lanjut, dia mengajak masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil kesimpulan maupun menyebarkannya kepada publik.
“Mari memastikan kebenaran informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya. Mohon maaf dan terima kasih atas perhatiannya. Semoga kita semua selalu dijaga dalam kebaikan. Hormat saya, Raffi Ahmad,” ujarnya.
Sebelumnya, acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sorotan muncul setelah sejumlah orang yang hadir disebut sebagai mahasiswa dan terlihat mengenakan jas almamater kampus.
Namun, identitas mereka kemudian dipertanyakan warganet. Sejumlah pihak kampus bahkan memberikan klarifikasi bahwa orang-orang yang disebut sebagai mahasiswa tersebut bukan bagian dari institusi pendidikan mereka.















































































































