UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Masyarakat Tangerang ‘Ngegas’ di Depan Muka Bahlil: Anak Saya Lapar, Logika Jalan Dong Pak!

BANDA ACEH – Dua jempol untuk Effendi, warga kelurahan Cibodasari Kecamatan Cibodas Kota Tangerang, yang berani menyuarakan jeritan jutaan pengguna gas melon langsung di depan muka Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Momen ini terjadi ketika Bahlil meninjau langsung antrean di Permunas 1, Kota Tangerang, Selasa (4/2/2025).Pria berkemeja abu-abu dan topi cokelat ini dengan gagah berani menerobos kerumunan untuk berbicara dengan Bahlil. Saat berdialog, suaranya bergetar menahan tangis karena begitu emosi dengan kebijakan penghapusan pengecer yang menyusahkan masyarakat.

“Bapak punya alat untuk bertindak bukan rakyat yang dikorbankan. Yang kedua kalau kami jadi sub pangkalan persyaratannya apa?” ucap dia berapi-api.

“Tidak ada persyaratan,” jawab Bahlil sembari memegang tangan Effendi untuk menenangkannya yang terlihat begitu emosi.

Aksi Kaninus 16

Dia juga mempersoalkan ketentuan warga wajib menunjukkan KTP saat membeli gas di pangkalan. Effendi tidak setuju karena hal ini merupakan privasi.

Bahlil kembali mencoba menenangkan, dengan berdalih bahwa tujuan kebijakannya untuk menjaga kestabilan harga di kalangan konsumen. Dia juga menyuruh Effendi untuk kembali ke antrean agar bisa segera mendapatkan gas melon, lalu pulang ke rumah. “Bapak saya pikir yang penting bapak ambil dulu, antre. Kita layani, tidak ada kelangkaan. Oke ya Pak,” kata Bahlil sembari menepuk halus punggung Effendi.

Jawaban Bahlil bukan bikin tenang, Effendi malah semakin emosi. Dia mengatakan, antrean ini justru menyusahkan dan membuat anaknya di rumah menangis kelaparan.

“Saya sekarang lagi masak, saya tinggal di rumah. Bukan antre gas-nya, anak kami lapar butuh makan, butuh kehidupan Pak! Logika jalan dong Pak!” ucap dia dengan suara bergetar.

Melihat respons ini, Bahlil jadi salah tingkah cuma bisa senyum-senyum kecut sembari tangannya terus menepuk pundak Effendi, berharap dia bisa meredakan emosinya. Beruntung para petugas di sekitar membantu melerai dan menarik Effendi pelan-pelan. “Sudah sudah, kita paham Pak,” kata Bahlil.

Diketahui, Bahlil memaksa pengecer menjadi pangkalan elpiji. Belakangan karena gaduh dan mustahilnya pengecer menjadi pangkalan, Ketum Partai Golkar mewacanakan skema sub pangkalan. Lucunya, Bahlil tak bisa menjelaskan bagaimana skema perubahan pengecer menjadi sub pangkalan. Dia mengaku baru akan berdiskusi dengan PT Pertamina untuk membahas kebijakan serta aturan sub pangkalan.

“Saya nanti rapat dengan Pertamina habis ini langsung kita maraton. Kalau memang pengecer-pengecer yang sekarang sudah bagus-bagus, sudah kita kasih dulu izin sementara untuk kita naikkan sebagai sub pangkalan tanpa biaya, enggak usah pakai biaya-biaya,” ujarnya, di Jakarta, Senin (3/2/2025).

image_print
1 2
Stories
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.