BANDA ACEH — Situasi darurat dilaporkan terjadi di berbagai kota Israel setelah Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal balistik pada Jumat (6/3/2026), seperti dilaporkan Tasnim News, media ternama Iran.
Sejumlah laporan media Israel menurut Tasnim News juga menyebutkan ledakan besar mengguncang wilayah Tel Aviv hingga kawasan sekitar Bandara Internasional Ben Gurion.
Serangan tersebut memicu kepanikan di berbagai fasilitas publik, termasuk rumah sakit yang dilaporkan mengalami kepadatan pasien di ruang gawat darurat.
Menurut laporan Tasnim News, beberapa rudal Iran menghantam area strategis di sekitar Bandara Ben Gurion, yang merupakan gerbang utama transportasi udara Israel.
Stasiun televisi Channel 12 melaporkan bahwa ledakan keras terdengar di Tel Aviv dan menyebabkan rumah-rumah di sekitarnya berguncang. Sumber-sumber Israel menyebut sedikitnya 10 rudal diarahkan ke Tel Aviv dan Yerusalem dalam serangan terbaru tersebut.
Rumah Sakit Dilaporkan Penuh dan Situasi Mencekam
Di tengah serangan yang berulang, sejumlah rumah sakit Israel dilaporkan menghadapi lonjakan pasien dan situasi yang semakin sulit dikendalikan.
Situs berita berbahasa Ibrani Rotter.net, menurut Tasnim News menggambarkan kondisi ruang gawat darurat yang penuh sesak dan kacau.
Meski berada di bawah sensor ketat otoritas Israel, laporan tersebut menyebutkan suasana mencekam di rumah sakit akibat meningkatnya korban dan ancaman keamanan yang terus berlanjut
Dalam salah satu insiden yang dilaporkan, teman seorang pasien disebut merebut senjata api pribadi milik seorang dokter dan mengancam staf medis agar pasien tersebut diprioritaskan untuk mendapat perawatan.
Otoritas Israel hingga kini belum merilis angka resmi mengenai korban tewas, luka-luka, maupun tingkat kerusakan akibat serangan rudal terbaru tersebut.
IRGC Klaim Sukses Gelombang ke-22 Operasi “Janji Sejati 4”
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan penuh peluncuran gelombang ke-22 dalam operasi militer yang mereka sebut “Janji Sejati 4”.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebutkan bahwa serangan tersebut menggunakan berbagai jenis rudal balistik, termasuk Kheibar, Khorramshahr-4, dan Fattah.
Salah satu rudal yang diklaim digunakan adalah Khorramshahr-4, yang disebut memiliki hulu ledak hingga dua ton dan mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 14 Mach.
Menurut IRGC, target serangan mencakup berbagai posisi militer Amerika Serikat dan Israel, mulai dari kawasan Teluk Persia hingga Tel Aviv.
Serangan juga disebut diarahkan ke pangkalan militer di Haifa serta Bandara Ben Gurion.



















































































































Komentar Terbaru