UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Profesor Jiang Xueqin Prediksi AS Keok Perang dengan Iran, Ini Analisis Lengkapnya

BANDA ACEH – Jagat media sosial kembali diguncang oleh potongan video lama yang mendadak menjadi kenyataan pahit. Adalah Profesor Jiang Xueqin, seorang sejarawan dan analis geopolitik yang berbasis di Beijing, yang kini namanya mencuat setelah rentetan prediksinya mengenai peta konflik global terbukti akurat. Di tengah memanasnya suhu di Timur Tengah pada Maret 2026 ini, satu ramalannya yang paling menyengat kembali diperbincangkan: Profesor Jiang Xueqin prediksi AS kalah perang dengan Iran.

Analisis tersebut pertama kali dilemparkan Jiang pada Mei 2024. Kala itu, banyak pengamat menganggap pernyataannya terlalu spekulatif, bahkan cenderung mustahil. Namun, memasuki tahun 2026, dua dari tiga ramalan besarnya telah terwujud: kembalinya Donald Trump ke kursi kepresidenan Amerika Serikat dan pecahnya konfrontasi militer terbuka antara Washington dan Teheran. 

Kini, publik dunia menatap dengan cemas pada ramalan ketiganya: kekalahan telak sang negara adidaya.

Benteng Alam yang Mustahil Ditaklukkan

Melalui kanal YouTube-nya baru-baru ini, Jiang merilis sebuah video berjudul How Iran can CRIPPLE the West in One Move atau Bagaimana Iran dapat Melumpuhkan Barat dalam Satu Langkah. Dalam video ini Jiang membedah secara teknis mengapa militer Amerika Serikat akan menghadapi jalan buntu jika nekat melakukan invasi darat ke Iran. Kunci utamanya bukan sekadar jumlah tentara, melainkan topografi ekstrem yang dimiliki Negeri Para Mullah tersebut.

“Iran adalah sebuah benteng alami. Geografinya didominasi oleh deretan pegunungan yang sangat terjal,” jelas Jiang. Baginya, keunggulan teknologi satelit dan serangan udara AS akan tumpul menghadapi medan seperti ini. Di gunung-gunung itulah, Iran menyembunyikan pangkalan roket, bunker drone, hingga peluncur rudal balistik yang sulit terdeteksi.

Jiang menekankan bahwa strategi ofensif Iran sangat bergantung pada aspek geografis ini. Jika AS memutuskan untuk masuk, mereka tidak akan menghadapi perang terbuka di padang pasir yang datar, melainkan perang atrisi di celah-celah gunung yang mematikan. 

“Apakah militer Amerika bisa bertahan dari hujan rudal yang muncul dari balik gunung? Jawabannya jelas: tidak,” tegasnya.

Perangkap Logistik dan Kekuatan Proksi

Lebih lanjut, Jiang menjelaskan bahwa perang melawan Iran akan menjadi ‘lubang hitam’ bagi anggaran dan sumber daya militer Amerika. Dengan jalur logistik yang sangat panjang melintasi samudera, pasukan AS akan sangat rentan terhadap gangguan.

Ia juga menyoroti peran kelompok proksi Iran seperti Houthi, Hizbullah, dan Hamas yang telah bertransformasi menjadi kekuatan militer yang memahami betul kelemahan mentalitas Barat. 

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.