UPDATE

ACEH
ACEH

Banjir Berulang di Aceh Tengah, Satgas PPR: Konstruksi Sungai Jadi PR Besar

Topik Berita: Bencana Sumatera

BANDA ACEH – Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PPR) Aceh, Safrizal ZA, menyebut penanganan banjir berulang di Kabupaten Aceh Tengah masih menghadapi tantangan besar, terutama pada aspek infrastruktur sungai yang dinilai perlu pembenahan serius.

“Ya, banjir berulang. Konstruksi sungai itu memang satu PR besar yang akan kita lakukan,” ujar Safrizal kepasda ORINEWS usai acara media gathering di The Pade Hotel, Selasa (7/4).

Safrizal mengatakan tim dari Pekerjaan Umum (PU) saat ini terus bersiaga di lapangan untuk menangani akses yang kembali terputus akibat bencana. Menurut dia, upaya perbaikan dilakukan secara berulang setiap kali infrastruktur terdampak.

“Jika ada akses yang terputus seperti tadi malam, diperbaiki. Terputus lagi, kita perbaiki lagi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah berupaya memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah yang masih terisolasi tetap terpenuhi, meskipun akses kendaraan berat belum sepenuhnya dapat menjangkau lokasi.

“Kita akan coba penuhi semua kebutuhan di wilayah lima desa yang ada di Aceh Tengah,” ujarnya.

Safrizal menambahkan, kendaraan kecil saat ini masih dapat menjangkau sebagian titik di wilayah terdampak untuk mendukung distribusi kebutuhan dasar warga.

Sebelumnya diberitakan, lima desa di Kabupaten Aceh Tengah kembali terisolasi setelah dua jembatan darurat yang dibangun pascabencana banjir dan longsor kembali rusak akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (7/4/2026) sore.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir yang merusak jembatan darurat tersebut.

“Hujan deras sejak sore mengakibatkan terjadinya banjir sehingga jembatan darurat yang dibangun beberapa waktu lalu saat bencana hidrometeorologi ambruk,” kata Bahron Bakti, Selasa.

Dua jembatan yang putus masing-masing berada di Desa Bur Lah, Kecamatan Ketol, dan Kampung Terang Engon, Kecamatan Silih Nara. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. []

Series Navigation<< Wali Nanggroe Minta Pembangunan Aceh Pascabencana Harus Seimbangkan Fisik, Sosial dan AdatPemerintah Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Bencana di Aceh Tamiang >>

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.