UPDATE

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Detik-Detik Nelayan Berada Dekat Gunung Anak Krakatau saat Erupsi, Menegangkan!

BANDA ACEH  – Video viral memperlihatkan suasana di dekat Gunung Anak Krakatau. Dalam rekaman tersebut, kapal tampak berada di tengah kondisi yang dipenuhi material vulkanik dari aktivitas erupsi gunung api di Selat Sunda itu.

Situasi dalam video terdengar cukup menegangkan. Seorang nelayan terdengar memohon keselamatan sambil menghadapi kondisi di sekitar kapal.

“Jauhkan dari marabahaya, ya Allah,” ucap nelayan tersebut, dikutip Minggu (6/9/2026).

Tidak lama kemudian, dia kembali mengatakan, “Hujan batu.”

Ucapan tersebut menggambarkan kondisi ketika material vulkanik terlihat jatuh di sekitar kapal. Dalam konteks erupsi, material yang terlontar dapat berupa abu hingga fragmen batuan vulkanik dengan berbagai ukuran.

Video tersebut juga memperlihatkan kolom erupsi yang muncul dari Gunung Anak Krakatau. Aktivitas eksplosif gunung api menjadi semakin terlihat pada bagian akhir rekaman.

Hingga berita ini dibuat, tidak diketahui bagaimana kondisi si nelayan. Namun, video ini telah disaksikan lebih dari 788,7 ribu kali di X usai diunggah akun @mondoterremoti pada Sabtu, 5 September 2026.

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas erupsi pada Minggu (6/9/2026). Badan Geologi sebelumnya melaporkan erupsi menerus mulai terjadi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB.

Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh dan dentuman serta fenomena lava fountain atau lontaran lava pijar. Status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif sesuai radius yang ditetapkan otoritas vulkanologi. Kondisi ini penting diperhatikan karena erupsi dapat menghasilkan lontaran material vulkanik yang berbahaya bagi orang yang berada terlalu dekat.

Abu Vulkanik Mulai Masuk Jabodetabek

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di sekitar Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik telah bergerak ke sejumlah wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Abu bahkan dilaporkan mencapai wilayah Bogor. Warga melaporkan adanya debu vulkanik yang menempel di jalanan, atap rumah, hingga kendaraan.

Di Depok, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga mulai terpantau pada Minggu (6/9/2026).

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Sebaran abu juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta sempat mengalami penghentian sementara operasional penerbangan akibat abu vulkanik yang masuk ke ruang udara sekitar bandara. Reuters melaporkan sebanyak 209 penerbangan terdampak pada Minggu, dengan sekitar 22.800 penumpang ikut terdampak.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.