UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Basarnas Ungkap Kendala Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8, Kapal Terus Berubah Kemiringan

BANDA ACEH  – Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi terhadap penumpang yang berada di KM Virgo Transport 8 di dasar Laut Jawa. Basarnas mengungkap, sedikitnya enam kendala yang membuat penyelam belum bisa menjangkau seluruh bagian kapal yang terbalik.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menuturkan, salah satu kendala utama adalah kondisi badan kapal yang terus mengalami perubahan kemiringan.

“Kendala yang pertama yaitu masih terjadi perubahan trim atau derajat kemiringan pada kapal. Jadi, kapal ini terus berubah kemiringannya dan ini berpotensi risiko tinggi bagi penyelam apabila sewaktu-waktu stabilitasnya itu tiba-tiba berubah total, nah ini ya pasti keselamatan penyelam itu terancam,” ucap Sudayana dikutip, Senin (28/9/2026).

Kondisi itu membuat penyelam harus ekstra hati-hati saat memasuki badan kapal. Perubahan stabilitas kapal dapat terjadi sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan penyelam.

Menurutnya, persoalan juga muncul ketika penyelam mencoba masuk hingga sekitar 15 meter ke dalam kapal. Pada kedalaman tersebut, kondisi stabilitas kapal kembali mengalami perubahan.

Kendala lainnya adalah jarak pandang yang sangat terbatas. Sedimen dan lumpur yang mulai masuk ke dalam badan kapal membuat penyelam kesulitan melihat kondisi di sekitarnya.

Kondisi tersebut semakin berisiko karena terdapat benda-benda tajam di dalam kapal. Dengan jarak pandang yang rendah, benda-benda tersebut berpotensi melukai penyelam saat proses pencarian.

Risiko lain berasal dari bahan kimia yang diduga muncul akibat tumpahan minyak atau BBM dari kendaraan yang berada di dalam kapal.

“Di sana ada kendaraan, nah ini kendaraan-kendaraan ini sudah apa, BBM-nya itu sudah mulai ada yang keluar ya. Nah inilah yang membuat risiko juga bagi penyelam, keselamatannya. Ini tidak berani untuk melaksanakan penyelaman di area-area yang memang sudah mengeluarkan chemical itu,” kata dia.

Selain itu, tim menghadapi persoalan gas density di kedalaman sekitar 27 meter. Kondisi tersebut membuat waktu penyelam berada di dalam air harus dibatasi.

“Misalnya menggunakan dua tabung atau satu tabung tidak bisa maksimal untuk digunakan, hanya paling lama itu dia bisa 20 menit ya. Karena pengaruh gas atau apa namanya ini, gas density yang disampaikan oleh OSC selam ya,” tuturnya.

Berbagai kendala tersebut membuat penyelam belum dapat menjangkau seluruh bagian kapal.

“Sehingga tidak bisa semua kompartemen-kompartemen yang ada di kapal itu dimasuki, karena alasan-alasan ini ya,” ucapnya.

image_print
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.