UPDATE

NASIONAL

Jika Gibran Dilengserkan, Yusuf Blegur: Jalan Terbuka Mengadili Jokowi

BANDA ACEH – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai berpotensi menjadi kekuatan sekaligus kelemahan Politik ayahnya, Joko Widodo (Jokowi). Di tengah polemik ijazah SMA Gibran dan menguatnya wacana pemakzulan, Presiden Prabowo Subianto dinilai menghadapi pilihan politik yang tidak mudah: mempertahankan Gibran atau mengambil langkah yang berpotensi mengubah peta kekuasaan nasional.Direktur Eksekutif Institute for Public Policy Strategic (IPPS), Yusuf Blegur, menilai polemik yang membelit Gibran berpotensi menjadi pintu masuk bagi perubahan konstelasi politik, termasuk menyangkut pengaruh Jokowi dalam pemerintahan Prabowo.

Dalam analisis politiknya bertajuk Ketika Gibran Menjadi Kekuatan Sekaligus Kelemahan Jokowi, Sabtu (10/10/2026), Yusuf mempertanyakan kemungkinan Prabowo mengambil langkah politik terhadap Gibran, sekaligus bagaimana langkah tersebut dapat memengaruhi posisi politik Jokowi.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Positioning Jokowi di ujung tanduk. Jika Gibran dilengserkan rakyat atau di-impeachment oleh DPR, boleh jadi itu menjadi jalan terbuka mengadili Jokowi. Tapi, mungkinkah? Bagaimana langkah politik Prabowo selanjutnya?” tulis Yusuf.

Menurut Yusuf, polemik ijazah Gibran setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 6 Oktober 2026 telah membuka babak baru perdebatan politik nasional. Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut Gibran sebagai wakil presiden, tetapi juga berpotensi memengaruhi posisi dan pengaruh politik Jokowi.

Yusuf menyoroti putusan MK yang menurut pembacaannya membuka ruang bagi perdebatan lebih lanjut mengenai persyaratan pendidikan Gibran. Ia menilai perkembangan tersebut dapat menjadi momentum bagi DPR dan partai-partai politik untuk menentukan sikap.

Namun, langkah politik selanjutnya tetap bergantung pada substansi putusan, ketentuan konstitusi, serta mekanisme hukum yang berlaku. Polemik mengenai ijazah maupun dorongan pemakzulan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran hukum oleh pihak yang dipersoalkan.

Yusuf berpendapat, posisi Gibran dalam pemerintahan dapat menjadi dilema bagi Prabowo. Di satu sisi, Gibran merupakan wakil presiden yang mendampingi Prabowo dalam pemerintahan. Di sisi lain, hubungan politik tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran Jokowi dalam dinamika politik yang mengantarkan Prabowo ke kursi kepresidenan.

Menurut Yusuf, Prabowo masih harus memperhitungkan pengaruh informal Jokowi, jaringan politik, dukungan birokrasi, serta keberadaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selama ini dikaitkan dengan keluarga Jokowi.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.