UPDATE

NASIONAL

Dosen NTU Sebut Lulusan MDIS Sulit Diterima Kerja di Singapura, di Indonesia Malah Jadi Wapres

BANDA ACEH — Pernyataan seorang akademisi Indonesia yang mengajar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura memicu diskusi hangat. Prof. Sulfikar Amir, Associate Professor di School of Social Sciences NTU, menyebut lulusan Management Development Institute of Singapore (MDIS) menghadapi kesulitan signifikan untuk mendapatkan pekerjaan di Singapura, terutama di sektor pemerintahan atau korporasi besar.Pernyataan itu disampaikan Sulfikar Amir dalam diskusi program *Rakyat Bersuara* di iNews yang dipandu Aiman Witjaksono pada malam 13 Oktober 2026. Topik yang diangkat adalah “Bola Panas Putusan MK, Kemana Ujungnya”. Menurut Sulfikar, MDIS berstatus sebagai Private Education Institution (PEI) atau lembaga pendidikan swasta. Di Singapura yang sangat meritokratis, lulusan PEI secara sistemik lebih sulit menembus posisi bergengsi dibandingkan lulusan universitas negeri seperti National University of Singapore (NUS) atau NTU sendiri.

Pernyataan tersebut langsung ditimpali oleh pakar hukum tata negara Denny Indrayana. Ia berseloroh, “Di Indonesia malah jadi wakil presiden.” Sindiran itu jelas merujuk pada Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, yang tercatat sebagai mahasiswa penuh waktu MDIS pada periode 2007–2010.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Latar Belakang Pendidikan Gibran di MDIS

MDIS sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi pada 1 Oktober 2025. Dalam keterangan tersebut, institusi menegaskan bahwa Gibran adalah mahasiswa penuh waktu dari 2007 hingga 2010. Ia menyelesaikan Advanced Diploma, kemudian memperoleh gelar Bachelor of Science (Honours) in Marketing yang diberikan oleh mitra universitas MDIS saat itu, University of Bradford, Inggris.

MDIS merupakan salah satu institusi pendidikan profesional non-profit tertua di Singapura (berdiri tahun 1956). Seperti kebanyakan PEI di negara itu, MDIS tidak menerbitkan gelar sarjana atas nama sendiri, melainkan melalui kemitraan dengan universitas luar negeri. Gelar yang diperoleh Gibran berasal dari University of Bradford.

Polemik terkait latar pendidikan Gibran terus bergulir. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan terkait pernah menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang menunjukkan Gibran menyelesaikan pendidikan setara SMA berdasarkan hukum Indonesia. Gugatan perdata dan sorotan publik terhadap kualifikasi pendidikan Wapres masih menjadi isu hangat.

Prospek Kerja Lulusan MDIS: Fakta di Lapangan

Data resmi MDIS menunjukkan bahwa menurut Graduate Employability Survey (GES) SkillsFuture Singapore (SSG) 2024/25, sekitar 76,2% lulusan mereka berhasil mendapatkan penempatan permanen dalam enam bulan setelah lulus. Institusi juga memiliki Career Assistance Unit (CAU) yang menyediakan portal CareerHub, career fair, bimbingan, dan peluang magang.

image_print

1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.