MEULABOH — Upaya meningkatkan motivasi dan minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Membangun Motivasi Berilmu melalui PTN yang Tepat Sasaran” di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan secara mandiri ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya pendidikan tinggi, berbagai jalur seleksi masuk perguruan tinggi, serta peluang memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi, baik di Aceh maupun di luar Aceh.
Narasumber utama kegiatan tersebut, Dr. Gunawati, S.Si., M.Si., dosen Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Syiah Kuala (USK), mengajak siswa membangun motivasi berilmu melalui kesadaran akan pentingnya penguasaan sains dan teknologi bagi keberlanjutan masa depan.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai penggerak kemajuan pada masa mendatang. Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi bagi pembangunan.
Kegiatan ini turut menghadirkan Yaumalika Arta, S.Si., M.Sc., penerima program Taiwan Education Experience Program (TEEP) yang membeberkan pengalamannya dalam bidang riset Sensor Biomedis berkolaborasi dengan mahasiswa sejumlah negara Asia dan Afrika, serta Dek Rina, S.Si., mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Keduanya berbagi pengalaman akademik dan perjalanan meraih kesempatan belajar serta mengembangkan potensi diri.
Dalam pemaparannya, Dek Rina menceritakan berbagai pengalaman yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di USK, termasuk kesempatan mengikuti program studi dan riset di sejumlah perguruan tinggi di Malaysia serta Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Alhamdulillah, pada tahun kedua perkuliahan, periode Agustus hingga Desember 2023, saya mendapat kesempatan menjalani studi selama satu semester di UGM. Di sana, saya belajar di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika serta DEB Sekolah Vokasi UGM. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa kuliah bukan hanya tentang belajar di dalam kelas, tetapi juga bagaimana kita mengembangkan diri melalui organisasi, kegiatan sosial, dan pengalaman bersama masyarakat,” ujar Dek Rina.
Selama berada di Yogyakarta, ia juga terlibat dalam kegiatan sosial di Panti Asuhan Bina Siwi bersama Himpunan Mahasiswa Fisika UGM, mengikuti sejumlah organisasi, serta dipercaya menjadi moderator dalam kegiatan Women Institute Indonesia yang ditayangkan melalui TV UGM melalui LDK Jamaah Shalahuddin Masjid Kampus UGM.
































































































Beri Komentar