UPDATE

ISLAM
ISLAM

Nabi Muhammad Saw, Manusia Pilihan, Teladan Sepanjang Zaman

JANTHO – Masjid Babul Maghfirah kembali dipenuhi jamaah pada tausyiah subuh, Selasa (9/9). Kali ini, Ustadz Dr. rer.nat. Ilham Maulana, S.Si. hadir menyampaikan mau‘izhah yang sarat hikmah. Meski kerap mengisi kajian selepas shalat subuh, kehadiran beliau selalu dinantikan karena tema yang diangkat senantiasa kontekstual dan penyampaiannya mudah dicerna.

Dalam ceramahnya, Ustadz Ilham menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah sosok teladan yang diutus Allah bukan dari kalangan malaikat, melainkan manusia. Hal ini sekaligus menunjukkan kesempurnaan syariat Islam yang diturunkan melalui figur yang dapat diteladani secara nyata oleh manusia lain.

“Sejak dahulu, Allah mengutus para nabi dari kalangan manusia. Namun sebagian umat terdahulu keliru. Karena kagum pada keistimewaan dan mukjizat yang dimiliki para nabi, mereka menganggapnya sebagai anak Tuhan. Padahal, nabi tetaplah manusia yang dipilih,” ujar Ustadz Ilham.

Beliau mencontohkan kehidupan Rasulullah Saw yang juga mengalami rasa lapar, bahkan pernah menjalani masa-masa sulit saat diboikot kaum Quraisy hingga berbulan-bulan. Nabi pun ikut berperang bersama sahabat-sahabatnya, merasakan luka, haus, dan lelah sebagaimana manusia lainnya.

Sebagai manusia, Nabi Muhammad Saw juga mengalami kematian. Karena itu, jelas Ustadz Ilham, pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal umat Islam bukan hanya memperingati kelahiran beliau, tetapi juga wafatnya. “Hari itu adalah momentum istimewa, karena pada tanggal yang sama Rasulullah lahir sekaligus berpulang ke hadirat Allah,” ujarnya.

Namun, Ustadz Ilham menekankan bahwa Nabi Muhammad Saw bukanlah manusia biasa. Beliau adalah manusia pilihan yang menerima wahyu, sehingga apa yang disampaikan bukanlah hawa nafsu, melainkan kebenaran dari Allah Swt. Allah menegaskan hal ini dalam firman-Nya:

“Dan tidaklah yang diucapkannya (Muhammad) itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS. An-Najm: 3-4).

Juga ditegaskan dalam ayat lain:

“Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa…” (QS. Al-Kahfi: 110).

Dengan demikian, Rasulullah Saw adalah teladan agung yang dapat diikuti umat manusia dalam menjalani kehidupan, baik dalam kesabaran menghadapi ujian, dalam keteguhan menegakkan risalah Islam, maupun dalam menerima kenyataan hidup dan mati sebagai ketentuan Allah.

Di akhir tausyiah, Ustadz Ilham mengajak jamaah untuk terus meneladani Rasulullah Saw dalam setiap aspek kehidupan. “Semoga kita semua menjadi umat yang istiqamah dalam meneladani Rasulullah Saw hingga akhir hayat, dan dikumpulkan bersama beliau kelak di surga-Nya,” pungkasnya.

image_print
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.