Lebih lanjut, Khaidar mengatakan sempat diminta bertukar tempat dengan Imam Masykur. Pada saat itu, dia mengaku mendengar Imam Masykur diminta menelepon bosnya untuk memberikan uang Rp 50 juta.
“Si korban disuruh telepon bosnya, minta tebusan juga. ‘telepon bos kamu’, terus dijawab (Imam Masykur) tidak ada bos, terus dihubungi saudaranya atau entah siapa,” ujar Khaidar. Kendati demikian, dia mengaku tak tahu siapa yang ditelepon oleh Imam Masykur. Namun, katanya, orang yang ditelepon itu mengaku tidak memiliki uang sejumlah yang diminta.
“Kata-katanya ‘Bang, bantu aku sebentar ini aku lagi ditangkap’, disuruh kirimin duit minta Rp 50 Juta. Kata yang ditelepon itu mana ada duit, kita kan habis kena musibah lagi nggak ada duit sekarang, nggak tahu siapa pokoknya laki-laki yang ngomong,” tuturnya.
Setelah telepon dimatikan, Khaidar mengaku sempat mendengar Imam Masykur berteriak kesakitan. Namun Khaidar tidak mengetahui apa yang terjadi.
“Habis itu dimatiin HP-nya langsung kayak dipukul. Ada teriakan ‘aduh-aduh’. Teriak mungkin karena dipukul,” ujarnya. “Waktu itu saya nggak tahu dipukul pakai apa karena saya nggak lihat.
Nggak paham siapa yang mukul, nggak kenal, yang jelas ada yang mukul, pertama di pukul, mengepal, itu yang kiri lebih dulu mukul. Ditonjok dimuka,” ujar Khaidar. Selain itu, dia juga mengaku dicambuk dengan kabel listrik berwarna putih.
Tetapi, ia tak melihat jelas siapa yang memukul karena kondisi gelap. “Kurang tau saya soalnya nggak terlihat jelas. Tiga menit, saya cuma aduh doang, takutnya lebih parah lagi kalau saya berontak.
Sumber: Gelora
































































































Beri Komentar