BANDA ACEH – Berikut ini adalah sosok Sie You Ho.Sie You Ho adalah Warga Negara Asing (WNA) asal China, yang diduga sebagai pemilik salah satu tambang emas ilegal di kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut).
Daftar Isi
Sosok Sie You Ho tengah jadi perbincangan usai warga bernama Fernando Tongkotow tewas tertembak di lokasi tambang milik WNA China tersebut.
Dari informasi yang didapatkan terjadi kericuhan di lokasi tambang emas ilegal yang menewaskan Fernando Tongkotow.
Bahkan sempat terjadi kebakaran di salah satu camp.
Sementara itu terduga pelaku disebut-sebut adalah oknum anggota Brimob Polda Sulawesi Utara.
Kasus penembakan di tambang Ratatotok, Mitra, Sulut ini sedang menjadi perhatian publik.
Alhasil sosok pemilik tambang emas tersebut ikut jadi perhatian publik.
Info yang didapat, Sie You Ho memang telah lama beraktifitas di tambang emas ilegal Ratatotok.
Dari penelusuran Tribunmanado.com pada Selasa (11/3/2025), Sie You Ho sempat menjadi tersangka kasus tambang emas yang ditetapkan Mabes Polri.
Ia juga pernah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tondano.
Namun anehnya, waktu itu hakim memutus bebas Sie You Ho dari semua tuntutan JPU.
“Itu lokasi tambang emas ilegal. Pemiliknya Ko Sie You Ho,” ujar salah satu penambang.
Ia mengatakan Sie You Ho selalu datang ke Ratatotok.
“Ada kosnya di Ratatotok. Biasanya sebulan sekali datang,” ungkapnya.
Kos milik Sie You Ho tersebut sempat diserang oleh warga yang marah pasca kejadian penembakan.
Kacanya pecah dilempari oleh massa.
Total 3 Korban
Korban penembakan di tambang emas ilegal, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), ternyata tak hanya satu orang.
Ada dua korban lagi yang sedang dirawat akibat penembakan tersebut.
Keduanya masih dirawat di rumah sakit.
“Memang hanya satu orang yang meninggal. Tapi kalau yang terluka ada dua orang,” ujarnya.
Ia mengatakan kedua penambang yang terluka tersebut tertembak di kaki.
Keduanya bernama Christian Suwoth dan Priangan Rengkuan.
Korban diketahui adalah warga Desa Basaan dan Ratatotok.
“Setahu kami mereka dirawat di Manado juga. Sama-sama dengan yang meninggal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Mitra AKBP Eko Sisbiantoro mengatakan kasus tersebut sudah diambil alih oleh Polda Sulut.
“Iya, kasusnya sudah diambil alih Polda Sulut,” ungkapnya.
Kronologi Kejadian
Dari sumber resmi yang diterima Tribun Manado, kejadian ini terjadi pada Senin (10/3/2025) sekira pukul 01.30 WITA.
Kronologi berawal saat korban bersama puluhan rombongan bergerak ke lokasi pertambangan itu.
































































































Beri Komentar