UPDATE

Salam.life
EDUKASI
EDUKASI

Ayo, Jadilah Guru yang Dirindukan Siswa, Ajak Jhon Abdi di Workshop Deep Learning SMAN 1 Peukan Bada

ACEH BESAR – “Ayo, jadilah guru yang dirindukan siswa,” ajak Jhon Abdi, saat menjadi narasumber pada Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) hari kedua di SMAN 1 Peukan Bada, Kamis (9/10/2025).

Workshop yang diikuti seluruh dewan guru ini berlangsung penuh semangat sejak pagi hingga siang hari. Dalam paparannya, Jhon Abdi menekankan bahwa guru profesional harus hadir secara maksimal dalam memberikan layanan pendidikan dan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

“Datanglah ke sekolah dengan hati yang gembira. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa mudah memahami pelajaran dan merasa bahagia di kelas. Jadilah guru yang diharapkan dan dirindukan oleh siswa,” ujar Jhon Abdi.

Ia juga berbagi pengalaman semasa menjadi guru Matematika di SMAN 1 Lhokseumawe, di mana dirinya selalu dinanti kehadirannya oleh siswa. Menurutnya, kunci utama agar siswa senang belajar adalah ketika mereka terlebih dahulu menyukai gurunya.

Lebih lanjut, Jhon Abdi menyampaikan bahwa guru yang dirindukan siswa adalah sosok yang ramah, sabar, berempati, dan percaya pada potensi anak didik. Mereka tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mengajar secara kreatif, interaktif, serta memahami kebutuhan siswa secara personal.

“Guru seperti ini akan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memotivasi, dan memberi rasa aman, sehingga siswa merasa dihargai dan terinspirasi,” tambahnya.

Workshop berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab dan diskusi mendalam terkait penerapan konsep deep learning serta strategi penguatan kegiatan kokurikuler di sekolah.

Usai pemaparan materi dari Jhon Abdi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi desiminasi oleh dua guru SMAN 1 Peukan Bada yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya, yaitu Maulina, S. Pd. (guru Bahasa Inggris) dan Ilham, S. Pd. (guru TIK).

Maulina memperkenalkan aplikasi ClassPoint, sebuah plugin pada Microsoft PowerPoint yang membuat presentasi lebih interaktif dengan fitur kuis, gamifikasi, anotasi, serta umpan balik instan. “Dengan ClassPoint, pembelajaran jadi lebih hidup dan membuat siswa lebih terlibat,” ujarnya.

Sementara itu, Ilham memaparkan tentang Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) — program kebijakan dari Kemendikdasmen yang bertujuan mengintegrasikan pengetahuan pemrograman dan kecerdasan buatan ke dalam dunia pendidikan. Menurutnya, langkah ini penting untuk menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi era digital dan mampu menjadi pencipta solusi teknologi, bukan sekadar pengguna.

Kegiatan workshop dan desiminasi di SMAN 1 Peukan Bada ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru dan menciptakan pembelajaran yang inovatif, bermakna, serta menyenangkan bagi peserta didik.

image_print
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.