UPDATE

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Mitigasi Longsor, GRAS dan Nurul Hayat Hijaukan Lereng Sibolangit

SIBOLANGIT – Sebagai upaya nyata mitigasi bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS) menggandeng Laznas Nurul Hayat Medan dalam aksi penanaman pohon di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Sabtu (28/11/20).

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia ini turut melibatkan BBKSDA Sumut, Genetika FP UISU, serta para relawan dari berbagai organisasi.

Aksi bertajuk “Let’s Go Green” ini memfokuskan pada pemulihan ekosistem di titik-titik rawan longsor, terutama di kawasan sekitar Cagar Alam Sibolangit.

Ketua Umum GRAS, Nurhabli Ridwan, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah berkelanjutan untuk memperkuat struktur tanah melalui reboisasi.

“Kami menanam 40 bibit pohon di area TWA dan melakukan ekspedisi adopsi pohon di lereng terjal dengan menanam 20 rumput vetiver. Vetiver dipilih secara khusus untuk memperkuat pondasi tanah di wilayah rawan longsor, terutama saat memasuki musim penghujan,” ujar Nurhabli.

Kepala Resort CA/TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, SP., mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa penanaman pohon adalah aset penting hutan untuk menggantikan tegakan yang sudah tua sekaligus menjaga habitat satwa.

“Langkah ini krusial untuk meminimalisir potensi bencana yang kerap mengancam pemukiman warga di dataran rendah,” ungkapnya.

Di sisi lain, perwakilan Laznas Nurul Hayat Medan, Rendy Septi Sanjaya, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari program nasional “10 Ribu Pohon untuk Indonesia”. Selain di Sibolangit, pihaknya juga melakukan penanaman mangrove di Sei Belawan.

“Dalam pandangan kami, menanam pohon adalah sedekah jariyah. Satu pohon yang tumbuh besar mampu memberi nafas dan kehidupan bagi makhluk hidup di sekitarnya. Kami ingin memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Rendy.

Melalui sinergi ini, para pihak berharap kesadaran masyarakat akan bahaya penggundulan hutan semakin meningkat. Pesan utama yang diusung dalam aksi ini adalah:

“Tanam pohon sekarang, beri nafas untuk masa depan.”

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.