BANDA ACEH – Ivanna, film horror yang menyita perhatian. Identik denga adegan yang cukup sadis, ada satu tokoh di sini yang jahat banget yakni Matsuya, prajurit Jepang yang memenggal kepala Ivanna. Tokoh ini diperankan oleh orang Jepang Asli Hiroaki Kato. Dia sebenarnya sudah lama bergelut di industri hiburan namun sebagai musisi dan menikah dengan personel Mocca.
Pria yang asli lahir dan besar di Tokyo ini memang sudah senang membaca karya sastra Indonesia sejak masih tinggal di negeri Sakura. Sampai-sampai ia juga kuliah mengambil jurusan sastra Indonesia. Saat berbincang-bicang dengan kami, Hiro demikian sapaannya membocorkan sedikit kenapa ia sampai menyukai Indonesia. “Awalnya, ada satu teman perempuan yang aku suka, dia suka baca karya Indonesia, suka semua tentang Indonesia, karena aku suka dia, aku juga jadi baca apa yang dia baca, dan aku ikut kelas sastra Indonesia. Nggak tahunya, yang keterusan jadi jatuh cinta sama Indonesia malah aku. Sampai ke Indonesia, dan kuliah di UGM ambil jurusan sastra Indonesia,”ungkap Hiroaki Kato menceritakan latar belakangnya.
Bermusik menjadi pilihan kariernya di Indonesia, dari sekian perjalanan panjang yang pernah dilalui. Sempat menjadi dosen Bahasa Indonesia juga, lho, guys. Nah, ini adalah pengalaman pertama Hiro berakting. “Jadi tantangan terbesar buatku di sini adalah acting. Karena dasarnya aku ini musisi, penyanyi. Waktu audisi untuk peran Matsuya ini aku cukup deg-deagan, karena banyak yang kasting. Lalu terpilih, rasanya nggak percaya juga.” Ini dia 7 Fakta seputar pemeran Matsuya.
1. Ikut Pertukaran Pelajar
Rasa cintanya terhadap Indonesia semakin tumbuh setelah ia melakukan pertukaran pelajar ke Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Di sana, ia semakin mendalami budaya Indonesia khususnya Jawa. Sebelumnya, Hiro juga pernah mengenyam Pendidikan S2 Linguistik, Tokyo University of Foreign Study.
2. Bikin Cover Lagu Indonesia
Kesukaan Hiroaki Kato terhadap Indonesia juga ia tumpahkan dalam karya seni lho Moms. Ia sering mengcover lagu-lagu hits milik musisi Indonesia dan menerjemahkannya ke Bahasa Jepang. Beberapa lagu Indonesia yang pernah ia bawakan di kafe Jepang, antara lain Sampai Nanti Sampai Mati dan Ruang Rindu milik Letto. Kemudian dia juga pernah menerjemahkan lagu Laskar Pelangi milik Nidji ke Bahasa Jepang.
3. Jadi Tukang Bangunan hingga Dosen Bahasa Indonesia
Sebelum sukses menjadi seorang musisi, Hiroaki Kato mengaku sempat menjadi tukang bangunan di Jepang selama satu tahun, sebelum akhirnya mendapat tawaran menjadi dosen di salah satu universitas di Tokyo. Hiro mengajar Bahasa Indonesia di Sophia University dan Oberin University, Jepang. Namun, saat itu Hiro mengaku tetap ingin melanjutkan impiannya menjadi seorang musisi. Ia masih terus bermain musik di tengah kesibukannya menjadi dosen dan juga tukang bagunan.

















































































































