UPDATE

NASIONAL

Kisah Kesaktian Pangeran Diponegoro yang Luntur Usai Bercinta dengan Gadis Keturunan China

Saat itu Pangeran sedang bersama Sentot Alibasyah Prawirodirdjo. Tiba-tiba sebuah tembakan mengenai dadanya, peluru itu pecah berhamburan.

Kuda Pengaran Diponegoro lalu berlari menuju tempat lain. Diponegoro pernah tertembak dua kali dalam pertempuran di Gawok pada 15 Oktober 1826.

Namun di tubuh Diponegoro tak ditemukan bekas luka tembak. Bahkan, seorang perwira pasukan Belanda dengan P.Diponegoro sedang duduk di tempat penahanannya di Makassar. Saat itu cuaca panas terik, Diponegoro melepas bajunya.

Perwira tadi melihat tidak ada bekas luka tembakan di badan Diponegoro tubuhnya bersih. Dia teringat pembicaraan dengan Jenderal De Kock bahwa tubuh Diponegoro dari besi.

Tak hanya kebal senjata, Pangeran Diponegoro juga sering lolos dari penyergapan. Diceritakan saat itu Diponegoro menyusul Basyah Mertonegoro ke Tanah Panjer melalui Bulu Bandung.

Kuda Jaya Capa seolah tidak mau bergerak dan kemudian ditarik oleh seorang Gamel (Penuntun kuda) bernama Sumatali. Keluar dari Bulu Bandhung Pangeran dicegat oleh pasukan Belanda dipimpin oleh Magilis. Para pembesar prajurit menyarankan agar pangeran kembali ke Bulu Bandhung, sebab jumlah pasukan lawan sangat besar.

Sumber: Gelora

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Beri Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.