“Ini hanya membuktikan bahwa Israel mungkin telah memenangkan pertempuran namun kalah dalam perang,” tambahnya.
Sejumlah netizen lain juga berpendapat serupa. “ICC menawarkan USD 250 kepada para mahasiswa untuk mengajak mereka menghadiri demonstrasi pro-Israel di Washington DC — bicara tentang tindakan putus asa,” tulis dia.
Adapun strategi memalukan Israel ini muncul pada pekan yang sama, ketika lembaga think-tank Brookings Institutions mempublikasikan laporan terbaru perihal menurunnya tren pendukung Israel di AS.
Penurunan dukungan terhadap Israel dan Presiden Joe Biden terjadi, di tengah serangan yang semakin intensif di Jalur Gaza.
“Hasil voting terbaru kami, yang diambil 4 minggu setelah serangan itu, selama periode ketika perhatian nasional dan internasional telah bergeser ke serangan-serangan Israel berikutnya di Jalur Gaza, menunjukkan bahwa Israel telah kehilangan sebagian besar dukungan awal, terutama di kalangan kaum Demokrat,” demikian bunyi laporan Brookings Institutions tertanggal 8 November.
Hasil voting juga menunjukkan, pendukung Partai Demokrat — terutama kaum muda di AS, memandang Biden sudah terlalu ‘pro-Israel’ dibandingkan ketika awal konflik Oktober lalu.






























































Beri Komentar