Edukasi mengenai bencana tsunami melalui khazanah arsip tsunami menjadi poin utama dalam kegiatan peringatan 19 tahun tsunami Aceh yang diintegrasikan dengan pameran arsip tsunami, memungkinkan generasi muda menjadi sadar dan waspada terhadap bencana, khususnya bencana tsunami.
Pada peringatan 19 tahun Tsunami kali ini, BAST akan mengadakan serangkaian kegiatan, termasuk Focused Group Discussion tentang “Arsip Kebencanaan sebagai Rujukan Pembelajaran Bencana dan Mitigasi Bencana” yang telah berlangsung pada 28 November, serta Coffe Morning bersama insan pers pada tanggal 1 Desember 2023.
Selain itu, Diklat Pengelolaan Arsip Pada Perguruan Tinggi di Aceh oleh Pusdiklat ANRI akan dilaksanakan pada 12 Desember 2023, diikuti oleh Kegiatan Digitasi Arsip dan Preservasi Arsip Bagi Lembaga maupun Masyarakat yang menyimpan arsip-arsip kuno oleh Tim Preservasi Arsip-Arsip Nasional Republik Indonesia pada 14 November 2023.
Dan Kegiatan puncak, yakni Seremonial Peringatan 19 tahun Gempa dan Tsunami Aceh dan Pameran Arsip Tsunami akan digelar pada 13 Desember 2023.
Kepala BAST ANRI Aceh, Muhammad Ihwan mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pembelajaran bagi seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan arsip dan menjadikan arsip sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi generasi saat ini dan mendatang.
Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengubah paradigma masyarakat dari sekadar melihat arsip sebagai kumpulan dokumen menjadi pengenalan akan nilai signifikan dari setiap rekaman yang terdapat di dalamnya.
“Dengan menyadari bahwa arsip tidak hanya sekadar data historis, namun juga menjadi panduan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam merencanakan tindakan pencegahan, mitigasi, dan respons terhadap bencana alam,” ujar Ihwan dalam pertemuan media, Jum’at (1/12/2023).
Menurutnya, arsip untuk pembangunan berkelanjutan memiliki peran krusial dalam pembangunan berkelanjutan karena bukan hanya merekam sejarah, tetapi juga menjadi landasan bagi pengambilan keputusan yang bijaksana di masa depan.
“Arsip memberikan wawasan yang mendalam terhadap peristiwa, kehidupan, dan perubahan yang telah terjadi. Jurnalisme juga memegang peranan penting dalam mengelola arsip karya jurnalistik. Jurnalis bukan hanya bertugas memberikan informasi saat itu, tetapi juga mencatat peristiwa-peristiwa yang berdampak jangka panjang,” terang Ihwan.
Menjaga arsip jurnalistik dengan baik memastikan bahwa informasi tersebut dapat diakses oleh generasi mendatang untuk memahami konteks sejarah, budaya, dan perkembangan sosial yang terjadi.


















































































































Komentar Terbaru