AS Tuntut Israel Beri Jawaban
Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis bahwa insiden di Kota Gaza di mana puluhan warga Palestina terbunuh saat mereka mengerumuni konvoi truk bantuan “sangat mengkhawatirkan”.
Baik Gedung Putih maupun Departemen Luar Negeri menyatakan kengerian atas apa yang terjadi dan mengindikasikan bahwa mereka akan menuntut jawaban dari Israel.
“Peristiwa terbaru ini perlu diselidiki secara menyeluruh,” kata juru bicara Gedung Putih Olivia Dalton, dikutip dari Times of Israel.
“Peristiwa ini menggarisbawahi perlunya memperluas bantuan kemanusiaan untuk mencapai Gaza,” ucapnya.
Juru bicara AS mengatakan serbuan bantuan menunjukkan situasi “sangat menyedihkan” di Gaza, di mana PBB telah memperingatkan risiko kelaparan.
“Masyarakat mengerumuni truk-truk ini karena lapar, butuh makanan, obat-obatan dan bantuan lainnya,” katanya.
Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller menyampaikan belasungkawa atas mereka yang tewas.
Miller mengatakan AS telah meminta Israel untuk memberikan jawaban dan memastikan bantuan yang aman.
“Kami telah menghubungi pemerintah Israel sejak pagi tadi dan memahami bahwa penyelidikan sedang dilakukan. Kami akan memantau penyelidikan tersebut dengan cermat dan mendesak untuk mendapatkan jawaban,” katanya,
“Kami akan memastikan Israel untuk mengizinkan sebanyak mungkin titik akses, dan memungkinkan distribusi bantuan tersebut secara aman dan terjamin ke seluruh Gaza,” ucapnya.
Total Korban Tewas di Gaza Lampaui 30.000 Orang
Serangan Israel terhadap warga Gaza yang mengantre bantuan makanan ini telah menyebabkan total korban tewas menjadi lebih dari 30.000 orang sejak dimulainya perang.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan gencatan senjata di media sosial, dengan mengatakan “kekerasan dan penderitaan yang mengerikan” harus diakhiri.
Para pejabat dari badan-badan bantuan PBB menuduh Israel “secara sistematis” menghalangi bantuan untuk menjangkau warga Palestina yang putus asa di Gaza.
Militer Israel juga secara sistematis menyerang warga Palestina yang menunggu bantuan pangan yang tersedia.
Dikutip dari Al Jazeera, dari total korban tewas di Gaza tersebut, lebih dari 13.000 adalah anak-anak dan 8.800 perempuan.
Setidaknya 70.457 orang terluka, lebih dari 11.000 orang berada dalam kondisi kritis dan perlu dievakuasi





























































































Beri Komentar