BANDA ACEH – Sejumlah Guru Besar dan kaum intelektual yang tergabung Forum Alumni Perguruan Tinggi Berijazah Asli (ForAsli) menyampaikan pernyataan sikap atas buruknya kualitas Pemilu 2024 dan semakin terdegradasinya nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Sebelum pembacaan pernyataan sikap, para aktivis itu menggelar acara Bincang- Bincang Kebangsaan di Bandung, Kamis (7/3.
Bincang – Bincang Kebangsaan yang dipandu oleh moderator Ir. Syafril Sjofyan, MM. Menampilkan pembicara Dr. Anthony Budiawan, Prof. Dr. Herman Susanto, Sp.OG.(K)dan Prof. Dr. Ir. Ana Rochana, MS. serta Ketua GBN (Gerakan Bela Negara) Poernomo Hidayat, Purnawirawan, Alumnus Akademi Militer.
Dipenghujung acara baru dibacakan Pernyataan Sikap ForAsli dan didukung oleh 23 Besar, 13 Doktor yang berasal dari berbagai Perguruan Ringgi dari Medan, Surabaya, Bogor, Jakarta dan Bandung. Berikut pernyataan Sikap yang dibacakan oleh Dr. Ir. Memet Hakim:
Bahwa Pemilu khususnya Pilpres 2024 yang semestinya menjadi implementasi dari asas demokrasi namun prakteknya masih bersifat pseudo bahkan pada pemerintahan Jokowi ini justru menjadi sarana bagi penguat oligarki.
Bahwa dalam rangka penguatan oligarki maka Pemilu khususnya Pilpres 2024 terjadi kecurangan terstruktur, sistematis dan masif dengan menghalalkan segala cara, melanggar konstitusi dan pelanggaran etika berat, demi sukses pasangan Prabowo-Gibran untuk menang dalam satu putaran.
Bahwa proses Politik DPR untuk menjalankan Hak Angket penting untuk mendapat dukungan para akademisi. Penyelidikan Pansus Angket DPR sangat bermakna bagi proses hukum maupun politik lanjutan, termasuk kemungkinan pemakzulan Jokowi.
Bahwa upaya pelanggengan kekuasaan Jokowi dan keluarga adalah bahaya negeri. Nepotisme merupakan tindakan kriminal sebagaimana diatur dalam Pasal 22 UU No 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.
Bahwa oligarki bersama Jokowi telah menginjak-injak sistem demokrasi yang dianut bangsa Indonesia. Pancasila dan UUD 1945 tidak dijalankan dengan konsisten. Kedaulatan rakyat yang tergerus harus dipulihkan kembali melalui perjuangan seluruh rakyat Indonesia khususnya para akademisi.
Atas dasar hal tersebut maka Forum Alumni Perguruan Tinggi Berijazah Asli (For Asli) bersama para Guru Besar menyatakan hal-hal berikut :
Pertama, menolak Proses Pelaksanaan Pemilu khususnya Pilpres 2024 yang terindikasi kuat dilakukan dengan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM).
Kedua, mendukung penggunaan Hak Angket DPR untuk melakukan penyelidikan atas pelanggaran Undang-undang oleh Presiden Jokowi dan penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Bawaslu.





































































































Beri Komentar