UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Maaf Pak Jokowi, Google Pilih Investasi di Malaysia Rp 32 Triliun

Melihat fenomena ini, Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, wajar kalau Vietnam diberi investasi yang lebih banyak. Karena negara tersebut memiliki kualitas kinerja logistik, dan kualitas pekerja yang jauh lebih tinggi.

“Ya kita nggak bisa mengharapkan Apple berinvestasi manufaktur ke Indonesia sebenarnya, karena dari sisi itu sudah kalah,” kata Huda ditemui dalam kesempatan yang sama.

Vietnam itu bisa memproduksi sekitar 30% secara mandiri dari 320 komponen Apple, dan Indonesia hanya 4 dari komponen tersebut.

Jadi memang kalau soal investasi Apple, Indonesia kalah dari segala hal dibandingkan Vietnam, termasuk kita kalah dalam hal penyediaan penyediaan lahan.

“Di Vietnam karena sosialis, semua milik negara, jadi permainan mafia-mafia di sana. Tapi kalau di Indonesia, mau bangun produk di A, sudah pasti ada mafia yang bermain di sana. Akhirnya memang di sana letak biayanya cukup mahal,” jelas Huda.

Sementar itu di Malaysia ekositemnya sudah jauh lebih lengkap, di sana ada Silicon Malaysia. Kedua, dari level inovasi index juga kalah jauh. Ada beberapa komponen yang menyebutkan kalau Malaysia lebih siap, seperti HAKI dan sebagainya.

“Kita kan ada bukit-bukit yang nggak jadi-jadi itu kan, jadi dari segi ekosistem itu sudah kelihatan Malaysia lebih siap dibandingkan kita,” kata dia.

“Kalau di Indonesia, sudah HAKI-nya lama, tanahnya mahal,” ia menuturkan.

image_print
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.