Cloud regional Malaysia adalah tambahan dalam jaringan Google yang mencakup 40 wilayah dan 121 zona di dunia.
Ini terjadi setelah perusahaan raksasa teknologi lainnya, Microsoft, mengatakan akan investasi sebesar US$2,2 miliar di Malaysia untuk memajukan infrastruktur cloud dan AI. Mereka juga mengumumkan investasi di Indonesia dan Thailand tahun ini.
Raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft telah menjanjikan miliaran dolar ke Asia Tenggara untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan layanan AI dan komputasi awan.
Booming AI telah meningkatkan permintaan layanan cloud serta pusat data, karena diperlukan kapasitas data yang besar untuk melatih model AI dan cloud untuk menyediakan akses ke kumpulan data.
Pusat data adalah fasilitas yang berisi server yang diperlukan untuk menyimpan data dan menjalankan aplikasi atau layanan.
“Investasi Google sebesar US$2 miliar di Malaysia akan secara signifikan memajukan ambisi digital yang diuraikan dalam Rencana Induk Industri Baru 2030,” kata Senator YB Tengku Datuk Seri Utama Zafrul Aziz, Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia.
Ia menambahkan bahwa investasi Google akan memungkinkan industri manufaktur berbasis jasa dapat memanfaatkan AI dan teknologi canggih lainnya sehingga dapat meningkatkan rantai pasokan global.
Alasan Raksasa Teknologi Pilih Investasi di Tetangga
Di Malaysia, Microsoft juga menambah investasi sebesar US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp 35,57 triliun. Sedangkan di Indonesia hanya mencapai US$ 1,7 miliar.
Mengenai hal ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan, investasi itu tergantung dari level adopsi AI di suatu negara. Ia menilai di negara tetangga mungkin adopsinya sudah lebih intens sementara di Indonesia baru masuk tahap awal atau early stage.
“Tergantung dari level adopsi AI di industrinya, mungkin kalau di tempat lain di negara tetangga kita, adopsinya lebih intens dan kita baru early stage ini,” kata Nezat saat ditemui di acara Accelerating Responsible Al Governance and Innovation with Copilot for Indonesia di Jakarta, beberapa saat lalu.
Nezar menilai, investasi Microsoft ini menjadi salah satu dukungan transfer of knowledge atau transfer pengetahuan dari raksasa teknologi dunia itu ke Indonesia. Khususnya di bidang infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan cloud atau komputasi awan.
“Serta upscaling AI untuk 840 ribu peserta dan dukungan untuk 10 ribu developer kita, itu dukungan yang luar biasa,” kata Nezar.
Sementara itu, investasi Apple di Vietnam juga lebih besar dari Indonesia. Total investasi Apple di Vietnam mencapai US$ 15,84 miliar atau sekitar Rp 256,5 triliun sejak 2019 atau jauh lebih tinggi ketimbang Indonesia Rp 1,6 triliun.





























































































Beri Komentar