UPDATE

NASIONAL

Penemuan Mayat Bocah di Banyuwangi, Kakek Korban : Dia Pernah Tanya Apa di Surga Banyak Taman Indah?

“Saya di kebun di hubungi juga. Langung saya ke sekolahnya. Karena tidak ada, saya langsung mencari ke jalan utama,” terang Sutrisno.

Sementara sang ibu dan beberapa guru menyusuri jalur pulang CNA. 

Tanpa di sangka, mereka melihat sepedanya di sungai kecil yang jaraknya sekitar 150 meter dari rumah mereka.

Setelah menyusuri area sekitar, CNA ditemukan dalam kondisi terlentang dengan kepala belakang berlumur darah. 

CNA tergeletak di tepian tanah berkontur. 

Meski berpakaian lengkap, celana dalamnya melorot dan acak-acakan.

Tubuh korban langsung dilarikan ke klinik terdekat namun, kondisinya tak tertolong. 

CNA dinyatakan telah meninggal dunia. 

Jenazah bocah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Genteng untuk autopsi pada Kamis ini.

Tragisnya kepergian CNA membuat keluarga nelangsa. 

Sehari setelah kejadian, kedua orang tuanya masih amat nelangsa. 

Mereka belum bisa diajak komunikasi dan memilih untuk berdiam dari kamar.

“Saya merasa, kok bisa begitu sadisnya (pembunuhnya),” kata Sutrisno.

Pihak keluarga berharap, pelaku pembunuhan bisa segera terungkap dan tertangkap. 

Sutrisno menyadari, dalam hukum yang berlaku, nyawa tak selalu bisa dibalas dengan nyawa.

“Tapi setidaknya pelaku diproses hukum. Kami mengharap kebijaksanaan bapak aparat, supaya kami bisa mendapat sedikit keadilan,” harap Sutrisno.

Korban siswi MI yang diduga mendapat kekerasan seksual dan fisik hingga meninggal dunia. 

Polisi Bentuk Tim Khusus

Hingga saat ini, pelaku pembunuhan bocah 7 tahun asal Banyuwangi tersebut belum terungkap. 

Polisi setempat membentuk tim khusus untuk mengungkap tabir dari kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Andrew Vega menjelaskan, tim khusus tersebut merupakan gabungan dari anggota Satreskrim dan Polsek Kalibaru. 

Anggota tim tengah turun ke lapangan untuk menelisik fakta-fakta baru dari kasus pembunuhan dan dugaan kekerasan seksual itu.

“Ketika tim dapat informasi di lapangan, mereka akan langsung ke Polsek dan Polresta untuk langsung menyampaikan hasil temuan,” kata Andrew, Kamis (14/11/2024).

Kini, polisi juga masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik dari Kabupaten Jember. Autopsi telah dilaksanakan pada Rabu (13/11/2024) malam.

“Hasilnya belum disampaikan ke kami. Nanti dikirim oleh dokternya melalui surat. Biasanya secepatnya akan segera kami terima,” tambah dia

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.