BANDA ACEH — Hubungan profesional Joko Widodo (Jokowi) dan Listyo Sigit Prabowo mulai terjalin ketika keduanya sama-sama bertugas di Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada 2011. Saat itu, Jokowi menjabat Wali Kota Solo, sementara Listyo dipercaya memimpin Polresta Surakarta.Pertemuan dalam lingkup pemerintahan daerah tersebut menjadi awal perjalanan panjang hubungan keduanya. Jokowi bertanggung jawab memimpin pemerintahan kota, sedangkan Listyo menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah yang sama.
Salah satu peristiwa besar yang terjadi selama Listyo menjabat Kapolresta Surakarta adalah aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton pada September 2011. Ledakan tersebut menewaskan pelaku dan menyebabkan sejumlah orang terluka.
Peristiwa itu menjadi bagian dari situasi keamanan yang dihadapi Surakarta pada masa kepemimpinan Jokowi sebagai wali kota dan Listyo sebagai kepala kepolisian setempat.
Sebelum menduduki jabatan Kapolresta Surakarta, Listyo telah meniti karier di lingkungan Polri melalui sejumlah penugasan di Jawa Tengah. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut pernah menjabat Kapolres Pati dan Kapolres Sukoharjo.
Pada 2011, ia mendapat promosi menjadi Kapolresta Surakarta. Penugasan tersebut menempatkannya dalam koordinasi pemerintahan daerah yang dipimpin Jokowi bersama Wakil Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo.
Hubungan profesional keduanya berlanjut setelah Jokowi meninggalkan Balai Kota Solo dan terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dalam Pemilihan Presiden 2014.
Pada 30 Oktober 2014, Listyo yang saat itu berpangkat Komisaris Besar Polisi ditunjuk menjadi ajudan Presiden Jokowi. Penugasan tersebut membawanya dari lingkungan kepolisian daerah ke Istana Kepresidenan.
Sebagai ajudan, Listyo bertugas mendampingi Presiden dalam berbagai kegiatan resmi serta menjalankan tanggung jawab pengamanan dan koordinasi. Posisi itu menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kariernya, sekaligus kembali mempertemukannya dengan Jokowi dalam lingkup tugas kenegaraan.
Setelah menyelesaikan tugas sebagai ajudan, Listyo kembali menempati sejumlah jabatan strategis di kepolisian. Ia pernah menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara, Kapolda Banten, hingga Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.
Kariernya kemudian mencapai salah satu posisi penting ketika dipercaya menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pada 6 Desember 2019.
Jabatan tersebut menjadi tahapan penting sebelum Jokowi mengajukan Listyo sebagai calon tunggal Kapolri pada Januari 2021.



















































































































Komentar Terbaru