BANDA ACEH – Nama Irjen Pol Eko Hadi Santoso kembali menjadi sorotan publik.
Daftar Isi
Perwira tinggi lulusan Akpol 1999 yang sebelumnya dikenal sebagai reserse anti-teror lalu berprestasi membongkar sejumlah kasus narkoba besar ini kini disebut dalam isu operasi internal Polri yang juga menyeret nama mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Latar Belakang dan Profil Karier
Irjen Eko Hadi Santoso merupakan alumni SMA Taruna Nusantara Magelang angkatan ke-4 (lulus 1996) dan Akademi Kepolisian (Akpol) 1999, Batalyon Endra Dharmalaksana.
Ia menjadi salah satu perwira angkatan 1999 yang cepat “pecah bintang”.
Jejak jabatannya meliputi:
- Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya (2015)
- Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (2016)
- Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok (2018)
- Kabag Monev Robinopsnal Bareskrim Polri (2020)
- Pengembang Teknologi Informasi Kepolisian Utama Tingkat II Divisi TIK Polri (2022) — jabatan yang membawanya ke pangkat Brigjen
- Sebelum fokus pada narkoba, Eko lebih dikenal sebagai reserse yang berpengalaman di bidang penanganan tindak pidana terorisme.
Penunjukan oleh Listyo Sigit dan Prestasi di Bidang Narkoba
Pada Maret 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Brigjen Eko Hadi Santoso sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri melalui Surat Telegram ST/488/III/KEP./2025 tanggal 12 Maret 2025.
Ia menggantikan Brigjen Mukti Juharsa dan dilantik resmi pada April 2025.
Alasan penunjukan disebut untuk penyegaran organisasi dan penguatan institusi.
Eko sendiri menyatakan akan mengedepankan integritas dalam penegakan hukum.
Di bawah kepemimpinannya, Dittipidnarkoba membongkar sejumlah kasus menonjol, termasuk:
- Kasus yang melibatkan oknum Polri, seperti mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro (tersangka kasus narkoba dan dugaan aliran dana dari bandar).
- Jaringan Planet di Batam (penggerebekan Agustus 2026 yang mengarah ke Basri Lewaimang dan Yuwanky).
- Sejumlah kasus etomidate/vape dan peredaran narkoba lainnya di berbagai daerah.
Pada 30 Agustus 2026, di era Listyo Sigit, Eko naik pangkat menjadi Irjen Pol dan diangkat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri (ST/1877/VIII/KEP./2026).
Namun, jabatan itu hanya bertahan sekitar 40 hari.
Mutasi di Era Kapolri Baru
Setelah pergantian Kapolri dari Listyo Sigit Prabowo ke Jenderal Suyudi Ario Seto pada awal Oktober 2026, Eko dimutasi pada 10 Oktober 2026 menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (ST/2251/X/KEP./2026).
Ia bertukar posisi dengan Irjen Mukti Juharsa. Jabatan ini bersifat fungsional di bidang pendidikan dan pengembangan pimpinan Polri.
Listyo Sigit sendiri telah meninggalkan jabatan Kapolri per 1 Oktober 2026 dan kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), sambil tetap berstatus polisi aktif hingga pensiun sekitar 2027.
Isu Terbaru: Nama Terseret dalam Dugaan Operasi Internal
Pada 3 November 2026, beredar informasi yang menyebut Irjen Eko Hadi Santoso dan Irjen Ahrie Sonta (Kadivkum Mabes Polri) telah ditahan dalam dugaan operasi internal Polri.
Nama Listyo Sigit Prabowo juga disebut masih menjalani BAP (Berita Acara Pemeriksaan) bersama sosok yang dipanggil “Bang Pipit”.
Informasi ini dikaitkan dengan isu dugaan penyadapan di lingkungan Istana.
Informasi tersebut bersumber dari laporan media yang mengutip sumber A1 Mabes Polri dan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang beredar luas.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menanggapi dengan singkat bahwa ia memahami “kasak-kusuk” yang beredar dan akan ada penjelasan lebih lanjut.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Mabes Polri mengenai penahanan atau status pemeriksaan tersebut.
Perkembangan isu ini masih terus dipantau.
Mutasi cepat Eko setelah prestasi di bidang narkoba, pergantian kepemimpinan Polri, serta beredarnya kabar internal membuat namanya kembali menjadi perhatian publik.


















































































































Komentar Terbaru