“Namun, dalam perkembangan sejarah Aceh selanjutnya, yaitu pada masa Sulthan Iskandar Muda, tradisi ini terus diperkuat, malah Iskandar Muda membagi pelaksanaannya menjadi tiga tahap berdasarkan Almanak (Kalender) Aceh, yg berturut turut disebutkan, yaitu: Buleuen Hasan Husen, Buleuen Safa, Buleuen Maulod, Adoe Molod Dan Maulud Akhe,” ujar Safrizal.
Pj Gubernur menjelaskan, pada tahap pertama di tingkat kemukiman, kedua di tingkat gampong dan tahapan ketiga pelaksanaan di tingkat pemerintah atau kerajaan. Sedangkan Maulid Raya yang Pemerintah Aceh laksanakan hari ini merujuk kepada Almanak Aceh tersebut, yaitu pada Buleuen Maulud Akhe.
“Ini sesungguhnya adalah legacy para Sultan Aceh tempo dulu. Kita berharap legacy ini dapat terus ditumbuhkembangkan oleh generasi Aceh saat ini dan mendatang,” pungkas Pj Gubernur Safrizal.
Pada kesempatan tersebut, Pj Gubernur Safrizal didampingi sang istri Safriati yang juga menjabat sebagai Pj Ketua TP PKK Aceh, menyerahkan santunan kepada anak 400 anak yatim dan 100 disabilitas.
Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif RI T Riefky Harsya, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa Rasulullah adalah suri teladan dan panutan bagi umat manusia hingga akhir jaman.
“Rasulullah menjelaskan kepada kita bahwa pemimpin adalah penjaga atau orang yang diberi amanah. Setiap kita adalah pemimpin terlepas besar atau kecil tanggung jawab yang dipikul, maka kita akan mempertanggungjawabkannya,” kata Riefky.
“Rasulullah adalah suri teladan yang sangat dicintai kaumnya dan disegani lawannya. Semoga kita dapat mencontoh dan menjadi insan terbaik. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Mari kita jadikan ini sebagai pedoman hidup,” imbau Menteri Ekraf.
Sementara itu, Ustadz Das’ad Latief, dalam ceramahnya menjelaskan, bahwa tujuan Maulid adalah meneladani Nabi Muhammad SAW.
“Sebagai mahluk paling mulia, yang telah dijamin syurga untuk Beliau, namun kehidupan Rasulullah bukanlah tanpa masalah. Rasulullah terlahir Yatim, perjalanan dakwah dan syiar Rasulullah pun selalu mendapat pertentangan, bahkan dari paman Beliau sendiri, yaitu Abu Lahab,” ungkap Ustadz Das’ad.
“Namun, Rasulullah menghadapi segala cobaan itu dengan terus bersabar dan Shalat. Mari, kita Teladani kehidupan dan keseharian Rasulullah, agar kita semua mendapatkan safa’at Beliau di hari akhirat kelak,” kata Ustadz Das’ad menutup ceramahnya.
Maulid Raya 1446 Hijriah dihadiri oleh Forkopimda Aceh, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh, para bupati dan wali kota se-Aceh serta ribuan masyarakat. []






























































































Beri Komentar