Kemudian, Prof Gina yang pakar di Ilmu Gulma. Risetnya tentang alelopati sebagai alternatif pengendalian gulma pada pertanian berkelanjutan. Selama ini, pengendalian gulma lebih sering dilakukan secara konvensional atau dengan penggunaan herbisida.
“Prof Gina Erida menawarkan cara yang paling efektif dan lebih ramah lingkungan dalam mengendalikan gulma dengan menggali potensi senyawa yang berasal dari tumbuhan (alelokimia), melalui proses alelopati untuk dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida,” sebutnya.
Kajian Prof Gina ini dapat mendukung kelestarian lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Terakhir, Prof Ramayanty yang selama ini telah mendedikasikan hidupnya pada Bidang Ilmu Teknologi Rekayasa Mesin. Ia berupaya mengembangkan teknologi rekayasa mesin pertanian dan melakukan simulasi desain mesin berbasis sumber daya lokal Aceh.
“Dalam kajiannya, Prof Ramayanty mencontohkan penerapan teknologi rekayasa mesin untuk mendukung produksi pinang di Aceh,” sebutnya.
Sebab selama ini pinang adalah salah satu sumber daya lokal Aceh yang sangat potensial, namun para petani pinang masih menggunakan cara tradisional dalam proses produksinya.
Mulai dari pembelahan buah pinang segar dengan pisau atau “parang”, pengeringan yang langsung dengan matahari, hingga pengupasan yang dilakukan secara manual. Hal ini menjadikan kapasitas produksi pinang sangat terbatas dari setiap usaha tani tersebut.
“Kajian Prof Ramayanty ini patut menjadi perhatian, khususnya para pemangku kebijakan yang ingin meningkatkan kesejahteraan petani dari berbagai sektor komoditas unggulan khususnya di Aceh,” jalas Rektor.
Lebih jauh, Prof Marwan mengungkapkan, peran para profesor atau guru besar menjadi krusial dikarenakan keunggulan keilmuan yang dimiliki masing-masing.
Keunggulan individual profesor akan sangat berarti jika dapat berkolaborasi internal dan eksternal, membangun semangat kolektif institusional dalam berkarya. Melalui kerja keras, USK tidak hanya berkontribusi bagi Aceh dan Indonesia, tetapi juga turut membawa nama bangsa ke panggung global.
“Pencapaian ini diwujudkan dalam kontribusi nyata USK untuk pengembangan ilmu pengetahuan global. Bidang Earth and Planetary Science, Physics and Veterinary menjadi kontributor utama dalam peningkatan reputasi ini, termasuk 1000 besar global menurut Scimago Institution Rankings,” pungkasnya.
















































































































