Bentuk perayaan pergantian tahun ini beraneka ragam, baik berupa ibadah seperti layanan ibadah di gereja, maupun aktivitas non ibadah seperti parade/karnaval, menikmati berbagai hiburan, berolahraga seperti hoki es dan rugby, menikmati makanan tradisional sambil berkumpul bersama keluarga dan sahabat.
Melansir dari muslimahnews.net pada 31/12/2021, berdasarkan manath (fakta hukum) bahwa haram hukumnya seorang muslim ikut-ikutan merayakan Tahun Baru Masehi. Dalil keharamannya ada dua. Pertama, dalil umum yang mengharamkan kaum muslimin menyerupai kaum kafir (tasyabbuh bi al kuffaar). Kedua, dalil khusus yang mengharamkan kaum muslimin merayakan hari raya kaum kafir (tasyabbuh bi al kuffaar fi a’yaadihim).
Dalil umum yang mengharamkan menyerupai kaum kafir antara lain firman Allah Swt.,
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنْ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنْ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنْ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).’ Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al-Baqarah [2]: 104).
Ayat ini dengan jelas melarang kaum muslimin untuk mengikuti agama mereka (orang Yahudi dan Nasrani), atau dengan kata lain, melarang kaum muslimin menyerupai orang-orang kafir (tasyabbuh bi al kuffaar).
Ayat-ayat yang semakna ini banyak, antara lain QS Al-Baqarah: 104, QS Al-Baqarah: 145; QS Ali ‘Imran: 156, QS Al-Hasyr: 19; QS Al-Jatsiyah : 18-19; dan lain-lain (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, 12/7; Wa`il Zhawahiri Salamah, At-Tasyabbuh Qawa’iduhu wa Dhawabituhu, hlm. 4-7; Mazhahir at-Tasyabbuh bil Kuffar fi Al ‘Ashr al-Hadits, hlm. 28-34).
Dalil umum lainnya adalah sabda Rasulullah saw.,
لتتبعن سنن من قبلكم شبرا بشبر، وذراعا بذراع، حتى لو سلكوا جحر ضب لسلكتموه. قلنا: يا رسول الله، اليهود والنصارى؟ قال: فمن؟
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga kalau mereka memasuki lubang biawak, niscaya kalian akan mengikutinya.” Kami [para sahabat] bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu orang Yahudi dan Nashara?” Rasulullah saw. berkata, ”Lalu siapa lagi [kalau bukan mereka]?” (HR Bukhari No. 3269).
Juga sabda Rasulullah saw.,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR Ahmad, 5/20; Abu Dawud No. 403). Imam Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan sanad hadis ini hasan (Fathul Bari, 10/271).

















































































































Komentar Terbaru