Sebelumnya, Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh, Ustad Ridwan, melaporkan bahwa 55 orang Da’i Perkotaan yang akan dilantik berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, tengku dayah, hingga aktivis dakwah yang rutin turun ke 90 Gampong (desa) untuk menyampaikan syiar Islam.
Program-program dakwah yang mereka jalankan meliputi Minal Masjid Ilal Masjid, Safari Dakwah Daiyah, Rehabilitasi Mental, Dakwah Perkantoran, T2PSI, PGMI (Penyelamatan Generasi Muda Islam), Dakwah Keliling, Dakwah Warung Kopi, hingga Safari Dakwah di Sekolah.
Program-program ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam melaksanakan syariat Islam dan menumbuhkan kesadaran warga tentang pentingnya nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, para Da’i Perkotaan juga turut menyampaikan pesan-pesan pembangunan kota, seperti program penanggulangan stunting, yang sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Koordinator Da’i Perkotaan, Ustad Rustandi, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa para Da’i kerap menghadapi berbagai tantangan dalam melaksanakan tugas dakwah mereka. Namun, mereka berusaha menghadapi tantangan tersebut dengan penuh keikhlasan dan semangat.
Rustandi juga berharap agar Wali Kota dan Pemerintah Kota Banda Aceh dapat memberikan dukungan yang lebih besar kepada para Da’i, agar mereka dapat melaksanakan tugas mereka dengan lebih optimal dan memberi dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Banda Aceh.
Dengan pelantikan ini, diharapkan para Da’i Perkotaan dapat lebih terorganisir dan mendapatkan dukungan yang lebih baik dalam menjalankan tugas mulia mereka untuk memperkuat pengamalan syariat Islam dan mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang lebih religius dan berbudaya Islami.[]





























































































Beri Komentar