Dalam “adu mulut” tersebut SB menuding dua ajudan Pj Bupati Aceh Tamiang itu mengeluarkan kata-kata tidak pantas yang berhubungan dengan keluarganya.
“Selain itu mereka juga mengatakan saya GAM dan saya jawab kalau memang berani tembak saja saya dan pukul saja saya, biar saya uangkan kalian,” ungkap SB. “Bukan itu saja, mereka mempersoalkan suara kereta saya meraung-raung ngegas ketika di jalan.”
Kata dia, situasi pertengkaran semakin memanas dan sejumlah warga yang sedang berada di SPBU menyaksikan pertengkaran tersebut.
“Lalu dari mobil itu, turun Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra menghampiri kami yang sedang bertengkar sambil mengatakan sudah-sudah tidak usah bertengkar lagi melayani orang gila ini. Tentu saja saya merasa keberatan karena disebut orang gila,” ujar SB.
Diketahui, setelah insiden tersebut, SB sempat membawa golok ke kantor bupati dengan tujuan meminta ajudan Pj Bupati meminta maaf.
Bahkan, SB sempat melaporkan insiden tersebut ke Polres Aceh Tamiang. Namun, laporan itu ditolak karena kurangnya saksi. Petugas SPBU yang berada di lokasi juga enggan memberikan keterangan sebagai saksi.
Reporter: Khairil Akram

















































































































Komentar Terbaru