UPDATE

OPINI
OPINI

Polemik Vaksin TBC Bill Gates; Perlindungan Negara Dipertanyakan

Singkatnya, Ahli eugenika ingin mengurangi jumlah nyawa di ujung kiri kurva lonceng yang kurang beruntung dan memaksimalkan jumlah nyawa di sebelah kanannya. Dengan demikian, sangat masuk akal jika rakyat Indonesia menolak menjadi bagian dari proyek uji klinis vaksin TBC ini.

Sebagai perbandingan kita bisa melihat proyek Gates dalam memberantas Polio. Gates mendanai program vaksinasi, namun siapa sangka justru terjadi ledakan kasus polio setelah proyek vaksin polio di Afrika. Schwab mengutip laporan dari British Medical Journal yang memperkirakan lebih dari 1.000 orang di seluruh Afrika lumpuh pada tahun 2020 akibat vaksin polio. Di Asia Tenggara, Vietnam menjadi contoh terhadap ledakan autisme pasca peluncuran vaksin Bill Gates.

Dimanakah Peran Perlindungan Negara

Tak dapat kita pungkiri bahwa masyarakat kita mengalami kebutaan politik yang akut, sehingga tidak dapat mengaitkan benang merah dari berbagai peristiwa yang terjadi. Mereka tidak memahami bagaimana karakteristik ideologi kapitalisme yang diemban negara saat ini, dimana peran negara layaknya para wasit di antara rakyat dan para kapitalis. Sedangkan kesehatan merupakan komoditas bisnis, sehingga terjadi apa yang dinamakan kapitalisasi kesehatan.

Sebagai wasit, negara membuka pintu selebar-lebarnya bagi kapitalis (swasta) seraya menggelar karpet merah (Ombinus law Kesehatan) agar semua kepentingan mereka terakomodir dengan baik. Pengalaman pandemi Covid-19 tentu masih tersisa dalam ingatan kita sebagai wadah tempat kita belajar mengenai fenomena ini, mengenai betapa vulgarnya praktik kapitalisasi kesehatan saat itu.

Sebagai tambahan informasi bahwa ketika Presiden kita menyambut proyek Uji Klinis Vaksin ini, Amerika melalui Trump justru telah memutuskan hubungan dengan berbagai proyek pandemic agreement  pada 20 Januari 2025 termasuk keluar dari WHO, karena proyek-proyek tersebut dipandang berbahaya bagi kedaulatan Amerika. Sikap yang sama diambil oleh Presiden Rusia. Itu adalah pilihan bijak yang diambil oleh dua negara adidaya. Sementara Singapura saja hanya membuka teritorialnya untuk Gates berkantor dan menikmati pajaknya tanpa mengorbankan rakyat sebagai objek uji klinis, lalu mengapa Indonesia justru memasrahkan bangsanya kepada globalis rakus seperti Gates?

Sistem Islam Menjamin Kesehatan Rakyat

Islam menempatkan penguasa sebagai pelayan urusan rakyat, sementara kesehatan menjadi kebutuhan dasar. Dengan posisi yang demikian, negara tidak akan berbisnis dengan pihak manapun untuk meraup keuntungan dan menggadaikan urusan kesehatan masyarakatnya. Negara akan menjadi garda terdepan untuk memastikan terpenuhi dukungan kesehatan melalui pemberdayaan ekonomi, sosial dan pendidikan. Khalifah melakukan upaya preventif untuk mencegah rakyat sakit melalui promosi kesehatan, penerapan pola hidup sehat, jaminan kecukupan pangan bergizi, pengaturan tata ruang, penjagaan sanitasi dan kebersihan termasuk program vaksinisasi aman.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.