UPDATE

OPINI
OPINI

Langkah Kuda Tito Karnavian, Empat Pulau Berpindah Ke Sumut

Secara historis pulau-pulau itu bukan sekadar titik di peta, melainkan bagian dari ruang simbolis yang menyimpan memori konflik, perjuangan otonomi, dan perjanjian damai yang diperoleh dengan pengorbanan besar rakyat Aceh sejak dulu.

Diakui atau tidak, Bangsa Aceh telah banyak berkorban untuk republik ini dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan Belanda, namun dibalas dengan perlakuan sewenang-wenang oleh oknum pejabat atau anasir penguasa yang tidak tahu cara berterimakasih. Sebaliknya bahkan mengkhianati kepercayaan yang diberikan.

Pemerintah Indonesia telah berkali-kali mengkhianati Aceh, sejak zaman Soekarno, Soeharto yang berujung terjadinya perang, hingga masa reformasi pemerintah pusat belum merubah cara pandangnya terhadap Aceh.

Meskipun akhirnya konflik vertikal bisa diredam dan ideologi Aceh Merdeka meredup. Namun potensi disintegrasi masih terasa kuat jika pemerintah salah dalam menyusun langkah. Bila tidak ditangani secara sensitif, keputusan administratif bisa menjadi percikan bagi munculnya kembali narasi resistensi yang lebih luas.

Langkah kuda Tito Karnavian and The Gangs sangat berbahaya bagi kelangsungan NKRI yang damai dan berkeadilan. Ancaman disintegrasi dan tuntutan Aceh MERDEKA!

**). Penulis adalah Warga Aceh yang menetap di pinggiran kota Banda Aceh.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.