“Jika sifat dayuts ini dibiarkan merebak di masyarakat, maka umat manusia akan semakin bejat dan moral seluruh masyarakat akan rusak,” tegas khatib.
Ia mengutip Adab Al Islam yang ditulis oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, yang menyebutkan akan ada zaman di mana perbuatan mesum dilakukan di tengah jalan, bahkan hingga ada yang menasihati, “Kalau saja kalian mau menyingkir saat melakukannya, tidak di tengah jalan.”
“Orang yang menasihati itu sudah setara Abu Bakar dan Umar,” ungkap Tgk. Syahrial. Ia menekankan bahwa hadits ini, yang mungkin terdengar tidak masuk akal 30 tahun lalu, kini semakin terasa kebenarannya.
“Zaman sekarang ini, mesum model apa lagi yang tidak dipamerkan? Wanita yang buka aurat, bermesraan di depan publik, bahkan perbuatan mesum disiarkan langsung di berbagai media sosial,” tanyanya retoris. “Kenapa semua ini bisa terjadi?”
“Semua itu sebab ayah mereka, suami mereka, mengidap penyakit dayuts, tidak punya rasa cemburu melihat keluarganya berbuat maksiat. Segala perbuatan kotor itu adalah tanggung jawab suami atau ayah mereka, yang tidak mau menasihati,” pungkas Tgk. Syahrial, mengakhiri khutbahnya dengan doa, “Semoga Allah menolong kita, memperbaiki keadaan keluarga kita, memberikan petunjuk kepada para pemuda kita.”















































































































