UPDATE

OPINI
OPINI

Menyandingkan Posisi Pemimpin Eropa Terhadap Ukraina Dengan Para Pemimpin Arab Terhadap Palestina

Demi kekuasaan imajiner di kawasannya para pemimpin itu hanya bisa mengulang-ngulang kecaman, namun mereka tetap setia melayani Amerika. Mereka tidak malu mengkhianati umat ini. Mereka lupa, bahwa sejarah tidak kenal ampun, pengkhianatan mereka akan mengisi ingatan setiap orang, dan bahwa kebenaran tetap ada, tidak peduli seberapa banyak upaya yang dilakukan untuk menghapusnya. Sesungguhnya Allah tidak akan memperbaiki orang-orang yang membuat kerusakan.

Salah satu penipuan terbesar selama genosida ini adalah pernyataan bahwa Mesir dan Qatar sebagai “mediator” atau “negosiator”. Padahal sesungguhnya mereka adalah fasilitator untuk kepentingan zionis dalam banyak hal. Mereka memaksa rakyat Palestina bernegosiasi dengan kebiadaban yang mereka hadapi. Semoga Allah menghancurkan tahta mereka dan menggantinya dengan pemimpin yang shalih, memerintah dengan hukum Allah, dan mengirimkan pasukan untuk membebaskan Palestina.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Saat ini Amerika berada di Semenanjung Arab, menduduki pangkalan-pangkalannya sambil menjarah sumber dayanya dan secara terbuka memaksakan upeti dari para pemimpin Arab yang setia melayaninya. Fakta ini bukan sekadar “gejala demam biasa” melainkan serangan kronis yang menjangkiti tubuh umat Muhammad.

Nabi saw menggambarkan situasi ini secara akurat dalam hadits Tsauban r.a maula Rasulullah saw;

“Dari Tsauban beliau berkata, telah bersabda Rasulullah : “Nyaris sudah para umat-umat (selain Islam) berkumpul (bersekongkol) menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan manghadapi bejana makanannya”, Lalu seseorang bertanya : “Apakah kami pada saat itu sedikit ?” Beliau menjawab : “Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak, akan tetapi kalian itu buih seperti buih banjir, dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan kedalam hati-hati kalian wahn (kelemahan)”, Lalu bertanya lagi : “Wahai Rasulullah apa wahn (kelemahan) itu ?,” Kata beliau :” Cinta dunia takut mati.”

Hadits ini merangkum realitas kita: jumlah besar, tetapi tak berdampak apapun. Hilangnya gengsi dan lemahnya hati kita telah mengubah umat ini menjadi sampah, terombang ambing oleh arus musuh sesuka hati. Dan bencana yang paling mengerikan adalah hilangnya surga akibat kelemahan iman yang demikian parah.

Salah satu manifestasi kelemahan ini adalah hilangnya perisai yang melindungi kaum Muslimin. Nabi saw  bersabda,

“Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung. Jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah `Azza wa Jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya, ia harus bertanggung jawab atasnya” (HR Muslim).

image_print

1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.