Driver Ojol dilindas begitu saja, seakan nyawa manusia tak ada nilainya, sementara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital memanggil platform Tik Tok dan Meta untuk membendung informasi tersebar luas.
Sedangkan Presiden memberikan tanda kehormatan kepada pelaku korupsi dan pelanggar hak asasi manusia.
Dagelan
Inilah drama yang berkisah tentang ‘tuan,’ ‘pengawal,’ dan ‘pelayan.’ Telah tiba waktunya kita kembali kepada Islam, yang memuliakan manusia sebagai hamba, sebagai pelaksana kedaulatan, bukan pemilik kedaulatan.
Karena kedaulatan adalah milik Allah SWT. Telah tiba saatnya kita mengubah pola pikir tentang “personal change” yang sekedar mengganti orang menuju ke “system change”.
Agar kisah-kisah semacam ini tak lagi membebani generasi mendatang. Mereka berhak atas keadilan dan kemuliaan yang itu hanya dapat dihadirkan oleh Islam.































































































Beri Komentar