UPDATE

Salam.life
EDUKASI
EDUKASI

USK Ciptakan Bubu Ramah Lingkungan untuk Kurangi Tangkapan Hiu dan Pari Terancam Punah

Program ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Adat Panglima Laot Lhok Keluang, yang berperan penting dalam menjaga aturan adat laut. Panglima Laot Lhok Keluang saat ini dipimpin oleh Rusdiansyah sendiri, dan telah disahkan melalui Keputusan Bupati Aceh Jaya Nomor 523.5/145/2023, dengan anggota nelayan aktif yang menggantungkan hidup dari hasil laut.

Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan dukungan upaya konservasi dengan ditetapkannya Aceh Jaya sebagai Kawasan Konservasi Perairan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui KEPMEN-KP No. 76 Tahun 2020, serta pengakuan internasional dari IUCN yang menetapkan wilayah ini sebagai bagian dari Important Shark and Ray Areas (ISRA) – West Aceh. Hal ini sejalan dengan pencapaian SDGs 14 (Ekosistem Lautan) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Dampak yang diharapkan dari program ini antara lain; penurunan tangkapan hiu dan pari di perairan Lhok Keluang, peningkatan hasil tangkapan ikan target bernilai ekonomis tinggi, kesadaran konservasi lebih tinggi di kalangan nelayan, serta peluang usaha baru di sektor pengolahan hasil laut dan ekowisata.

Melalui pendekatan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi rutin, program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kesejahteraan nelayan, tetapi juga memperkuat komitmen Aceh Jaya dalam mewujudkan perikanan berkelanjutan.

“Dengan adanya inovasi ini, USK berharap nelayan di Aceh Jaya dapat menjadi pelopor penggunaan alat tangkap ramah lingkungan di Aceh, sehingga praktik perikanan berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” Pungkas Ilham Fajri.

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.