Pihak yang skeptis menyebut risiko terciptanya “gelembung informasi”, sementara para pendukung menekankan hak umat untuk memiliki lingkungan digital yang aman dan sejalan dengan nilai-nilai mereka.
Namun satu hal sudah jelas: kebutuhan akan jejaring sosial Muslim dengan format baru sudah terbentuk. Munculnya proyek seperti Salam Social menunjukkan bagaimana kebutuhan itu bisa dijawab dalam bentuk nyata.
Selanjutnya, keputusan ada di tangan para pengguna sendiri — lewat pilihan mereka, waktu yang mereka habiskan, dan perhatian yang mereka berikan di linimasa setiap hari.































































































Beri Komentar