UPDATE

Salam.life
DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Donald Trump ke Iran: Waktu Hampir Habis, Segera Buat Kesepakatan Nuklir, atau Serangan Militer Lebih Besar

“Pesan AS jelas: jika Iran tidak mengikuti apa yang diinginkan, maka opsi militer akan dijalankan,” kata Hayajneh.

Menurutnya, Washington berupaya menghentikan program nuklir dan rudal Iran, sekaligus melemahkan pengaruh Teheran di kawasan yang dianggap mengancam dominasi Israel.

Menanggapi retorika keras Iran, Hayajneh menyebut Teheran menggunakan pola yang sama seperti saat konflik dengan Israel tahun lalu.

“Pada akhirnya, ancaman itu tidak sepenuhnya diwujudkan. Israel mengendalikan langit,” ujarnya.

Trump sebelumnya juga mengaitkan kemungkinan aksi militer dengan tindakan keras Iran terhadap protes antipemerintah dalam beberapa pekan terakhir, yang disebutnya memperburuk ketegangan kawasan.

Araghchi sendiri telah menyatakan awal bulan ini bahwa Iran siap menghadapi perang jika Washington ingin “menguji” kesiapan tersebut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengecam ancaman terbaru AS, menyebutnya sebagai upaya yang hanya akan menciptakan ketidakstabilan regional.

Namun, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Iran pada prinsipnya masih siap kembali membahas isu nuklir jika kondisi memungkinkan.

Ketegangan Regional Kian Meningkat

Pada Juni lalu, saat negosiasi tidak langsung masih berlangsung, AS bergabung dengan Israel dalam perang selama 12 hari melawan Iran dengan mengebom tiga fasilitas nuklir utama negara tersebut. Serangan itu menewaskan sedikitnya 430 orang.

Iran berjanji akan melancarkan respons “menyeluruh dan menyakitkan” jika kembali diserang.

Trump mengklaim serangan itu telah “melenyapkan” program nuklir Iran. Namun Teheran menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil dan pengayaan uranium merupakan hak kedaulatannya.

Keberadaan uranium yang diperkaya di Iran masih belum diketahui sejak serangan tersebut.

Ancaman AS turut meningkatkan ketegangan regional. Iran menyatakan akan membalas setiap serangan dengan menghantam pangkalan militer AS di kawasan. Latihan militer juga dilakukan Iran dan AS di sekitar Selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan negara-negara tetangga akan dianggap musuh jika wilayahnya digunakan AS untuk menyerang Iran. Meski demikian, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udara mereka dipakai untuk serangan terhadap Iran.

Upaya diplomasi regional terus dilakukan. Mesir, Turki, dan negara-negara lain berupaya meredam eskalasi, meski para analis menilai keputusan akhir tetap berada di tangan Trump.

“Pada akhirnya, Trump tidak terlalu mempertimbangkan aktor regional,” kata Hayajneh. “Dia lebih banyak mendengarkan dirinya sendiri.”(*)

image_print
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.